Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Berau Ditarget Naik Tingkat KLA, Dinsos Dukung Pemenuhan Hak Anak

Muhammad Sholehudin Al Ayubi • Senin, 24 Juni 2024 | 20:03 WIB
ILUSTRASI: Dinsos Berau siap mendukung kesejahteraan dan pemenuhan hak anak agar Berau bisa naik peringkat KLA menjadi Nindya.
ILUSTRASI: Dinsos Berau siap mendukung kesejahteraan dan pemenuhan hak anak agar Berau bisa naik peringkat KLA menjadi Nindya.

TANJUNG REDEB - Pada 2023 lalu, Kabupaten Berau mendapat predikat Madya untuk Kabupaten Layak Anak (KLA), setelah sejak 2018 mendapat predikat Pratama. Dan selanjutnya, Pemkab Berau menargetkan untuk kembali naik peringkat KLA dari Madya ke Nindya.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Berau Iswahyudi menyampaikan, meskipun leading sektor KLA berada di Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Berau, namun untuk mewujudkan KLA, perlu kerja sama antara beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Berau.

Tidak terkecuali Dinsos Berau yang memiliki tugas untuk meningkatkan kesejahteraan anak-anak di Kabupaten Berau. Seperti penanganan anak terlantar, anak berhadapan dengan hukum (ABH), anak putus sekolah, anak berkebutuhan khusus, dan sebagainya.

“Banyak program khusus untuk mensejahterakan anak-anak yang berada di Dinsos,” ucapnya.

Dia mencontohkan, seperti anak berkebutuhan khusus yang kurang mampu dan memerlukan alat bantu akan diberikan bantuan. Juga bagi ABH, Dinsos Berau siap mendampingi, bahkan dibantu rehabilitasi agar anak tersebut memiliki kepercayaan diri ketika kembali ke masyarakat. 

“Itulah peran kami untuk mendukung Kabupaten Berau menjadi KLA (Nindya),” kata Iswahyudi kepada Berau Post.

Selain itu, pihaknya memiliki program pelatihan untuk anak-anak yang putus sekolah dengan mengirim mereka pelatihan di provinsi. Selanjutnya, mereka juga akan diberi peralatan usaha sesuai dengan pelatihan yang didapatkan.

“Itu memang sudah menjadi tupoksi kami. Di mana semua syarat untuk menjadi KLA telah dirangkum di DPPKBP3A yang didukung oleh OPD lain,” jelasnya.

Ditambahkan, tidak sedikit anak yang tidak memiliki akta kelahiran lantaran orangtuanya tidak memiliki catatan nikah karena hanya menikah siri. Itu yang menyulitkan anak jika ingin mendaftar sekolah. “Jadi kita fasilitasi anak untuk mendapatkan akta kelahiran. Kami bekerja sama dengan Pengadilan Agama (PA) dan Disdukcapil Berau dalam hal ini,” terangnya.

Besar harapan, dengan berbagai program tersebut, Dinsos Berau dapat mendukung Kabupaten Berau meraih predikat KLA Nindya. Yang jelas pihaknya siap mendukung semua yang dibutuhkan untuk meningkatkan predikat tersebut. 

Kepala Bidang (Kabid) Pemenuhan Hak Anak DPPK-BP3A Berau Mulyati Syafariah menambahkan, penilaian tahun 2023 semester akhir hingga 2024 semester awal, menentukan peringkat KLA tahun depan. Jika memang nantinya belum berhasil naik peringkat menjadi Nindya. Diharapkan poin KLA di Kabupaten Berau setidaknya melebihi poin yang saat ini sudah didapatkan.

“Targetnya memang kita bisa naik tingkat menjadi Nindya tahun depan. Atau paling tidak penilaiannya tidak turun,” ungkapnya.

Disebutnya, ada lima klaster dalam penilaian KLA. Yakni, hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuh alternatif, kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan seni dan budaya, serta perlindungan khusus.

Menurutnya, persyaratannya cukup sulit. Karena harus berkoordinasi dengan lintas OPD, pihak ketiga, bahkan dengan instansi vertikal seperti kejaksaan, kepolisian, hingga pengadilan negeri. “Kita akan kembali berkoordinasi untuk lima klaster yang ada,” terangnya.

Selama semua instansi bekerja sama dan mengisi penilaian, maka target Nindya bisa diperoleh. Jika berdasarkan evaluasi mandiri, pihaknya percaya penilaian mereka bisa meningkat. (*/aja/sam)

 
Editor : Muhammad Sholehudin Al Ayubi
#berau #KLA #nindya