TANJUNG REDEB – Banyaknya insiden kecelakaan hingga meninggal dunia di lokasi wisata membuat Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Berau, Muhammad Said menyarankan retribusi masuk destinasi wisata termasuk asuransi.
Menurutnya, setiap destinasi wisata tentunya memiliki risiko kecelakaan. Hal itu menjadi salah satu tantangan tersendiri bagi pengelola destinasi wisata. Sebab mereka harus memaksimalkan keamanan bagi pengunjung.
“Salah satu tantangan dari pengelola, harus bisa memaksimalkan safety,” ucapnya.
Memaksimalkan keamanan tersebut bisa dilakukan dengan memasukkan biaya asuransi dalam retribusi wisata. Asuransi tentunya penting bagi pengunjung, selain keamanan juga kenyamanan mereka. Bagi setiap orang yang masuk destinasi wisata, artinya juga telah membayar asuransi untuk dirinya sendiri.
“Mudahan pengelola objek wisata bisa memikirkan asuransi itu,” terangnya.
Meski nantinya akan memengaruhi harga retribusi, tapi hal itu disebutnya mampu menambahkan rasa aman. Harga asuransi pun diyakini tidak akan terlalu memberatkan masyarakat, karena terbilang masih murah.
Ia ingin pengelola objek wisata, pun kepada instansi yang menaungi yakni Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau menjalin kemitraan dengan pihak asuransi. “Opsi asuransi ini bisa menjadi pilihan untuk dicoba,” katanya.
Dengan begitu, diharapkan pengunjung merasa lebih aman. Tapi tetap pengelola juga harus maksimal dalam melakukan pengawasan terhadap para pengunjung. Bukan berarti dengan penetapan asuransi, pengelola jadi tidak awas.
“Kami harap supaya pengelola bisa bekerja secara maksimal, profesional, bertanggungjawab,” ungkapnya.
Sebelumnya, seorang remaja berusia 18 tahun dikabarkan meninggal dunia saat berkunjung ke destinasi wisata Danau Tulung Ni Lenggo di Tembudan Kecamatan Batu Putih. Meski berhasil dievakuasi, korban yang tenggelam di Danau Tulung Ni Lenggo dinyatakan meninggal dunia, usai tenggelam di danau dengan kedalaman 9 meter tersebut, pada Jumat (10/5) lalu.
Ketua BUMK Kampung Tembudan yang mengelola Tulung Ni Lenggo, Arif membenarkan hal itu. Dia mengatakan, korban tenggelam tersebut setelah dievakuasi dari tengah telaga, langsung dilarikan ke UPT Puskesmas Batu Putih.
“Benar ada pengunjung tenggelam, tadi sudah dibawa ke Puskesmas Batu Putih,” katanya.
Dijelaskannya, korban tenggelam tersebut pria dewasa berasal dari Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Kedatangannya ke objek wisata Telaga Biru karena ada kegiatan di Kecamatan Talisayan.
Sementara itu, salah seorang petugas kesehatan di Puskesmas Batu Putih, Elly Afiani menyampaikan, ada dua orang yang dievakuasi dari lokasi kejadian pada pukul 12.59 Wita dan sampai di unit darurat Puskesmas Batu Putih sekira pukul 13.19 Wita.
“Informasinya satu orang meninggal dunia di tempat. Satu orang lainnya selamat,” tuturnya.
Terpisah, Kasi Humas Polres Berau, Iptu Suradi menuturkan pada hari kejadian, rombongan Keuskupan dari Tanjung Selor, Bulungan, Kaltara, sekitar jam 10.00 Wita rombongan sampai dan mandi di wisata Telaga Biru Kampung Tembudan, Batu Putih.
Sekitar pukul 11.30 Wita korban bersama temannya menaiki satu pelampung ban dan pada saat korban melompat dari ban, teman korban terguncang dan lepas pegangan dari ban dan tenggelam. Korban berupaya menolong temannya kembali ke ban, akan tetapi setelah itu korban yang jatuh tenggelam ke dasar danau di kedalaman sekitar 9 meter.
“Korban berencana menolong, berdasarkan keterangan dari rekan-rekan, nahasnya justru korban yang tenggelam,” paparnya.
Setelah diupayakan penyelamatan sampai jam 13.00 Wita, korban berhasil dievakuasi dan dinyatakan sudah meninggal oleh dokter Puskesmas Batu Putih yang datang ke lokasi kejadian.
“Tentu ini menjadi pengingat kita semua untuk berhati-hati meski sedang berwisata,” pungkasnya. (*/aja/arp)