BIDUKBIDUK – Bupati Berau, Sri Juniarsih bersama Wakil Bupati Berau, Gamalis serta jajarannya berkunjung ke Danau Dua Rasa Labuan Cermin di Bidukbiduk pada Kamis (9/5).
Saat berkunjung, bupati turut menyempatkan menaiki sampan kecil, sebagai bentuk untuk meyakinkan lokasi wisata itu telah aman dari keberadaan hewan buas.
“Kemarin memang sempat tutup, tapi sekarang insyaallah sudah aman,” ujarnya.
Apalagi saat ini, lokasi wisata tersebut dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk wisatawan yang ada. Hal ini tentu diharapkan bisa kembali menghidupkan minat wisatawan untuk datang.
Beberapa keluhan yang menjadi suara wisatawan adalah keberadaan kapal penyeberangan yang dipatok dengan harga Rp 400 ribu. Meski demikian, nyatanya harga tersebut untuk 10 orang sekali perjalanan pergi dan pulang.
“Kan kalau mereka 10, artinya hanya Rp 40 ribu. Wisata ini kan juga ada petugas yang membersihkan dan sebagainya, itu untuk operasional,” ujarnya.
Namun ke depan, dirinya akan membahas kembali dengan jajaran agar penerapan paket kapal bisa digunakan oleh rombongan di bawah 10 orang ataupun perorangan, sehingga minat wisatawan tidak turun.
Salah satu opsi disebutnya adalah dengan mengubah menjadi paket. Supaya jika hanya perorangan, membayar Rp 400 ribu bisa dilengkapi dengan fasilitas lainnya.
“Misalnya dipaketkan dengan foto dan makanan, mungkin bisa. Tapi nanti akan dibahas,” ujarnya.
Kepala Bagian Daya Tarik Wisata Pokdarwis Destinasi Pesisir (Desir) Bidukbiduk, Harmoko, mengungkapkan, harga tersebut merupakan paket untuk 10 orang. Sebab, jika di bawah 10 orang, maka pendapatan tidak bisa menutupi ongkos modal pengeluarannya.
“Kami pernah terapkan paket untuk 2, 4 dan 6 orang, namun memang tidak balik modal,” terangnya.
Karena itu, hal ini menurutnya menjadi jalan terbaik bagi Pokdarwis dalam mengakomodasi kebutuhan transportasi wisatawan.
Disinggung terlalu mahal jika untuk rombongan di bawah 10 orang atau perorangan, Harmoko menyebut belum ada solusi untuk hal itu.
“Itu juga yang masih dibahas oleh rekan-rekan,” ungkapnya.
Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Ilyas Natsir menuturkan, untuk menjamin keamanan, terdapat tim yang akan melakukan pengecekan sebelum wisatawan masuk ke destinasi wisata.
“Kami kirim tim penyelam untuk cek dan ricek apakah aman atau tidak,” terangnya.
Diketahui, destinasi ini masih jadi favorit masyarakat, sebab dalam masa libur lebaran yang lalu, tercatat 3.400 wisatawan datang berkunjung ke Labuan Cermin.
“Kami harap saat ini sudah aman dan bisa aktif kembali,” tuturnya.
Salah satu wisatawan yang berkunjung adalah Rinda, wanita berparas cantik itu datang dari Tanjung Redeb bersama 5 rekan lainnya.
“Setelah sampai, memang mengagumkan, indah tempatnya,” terangnya. Diketahui ia pertama kali objek wisata andalan di Pesisir Selatan itu.
Dirinya bersama rombongan pun sempat takut dengan kabar-kabar yang beredar sebelumnya. Namun, setelah datang dan melihat, dirinya merasa aman dengan dibangunnya pagar kayu yang ada saat ini.
“Mungkin spot-spot fotonya bisa ditambahkan ya, karena itu yang kurang,” terangnya.
Ia juga mengaku cukup keberatan dengan harga kapal senilai Rp 400 ribu per kapal. Meski maksudnya untuk 10 orang, namun, dirinya yang hanya berlibur selama 3 hari dan berjumlah 6 orang akhirnya melakukan carter.
“Lumayan juga si sebenarnya, kami 6 orang namun bayarnya full Rp 400 ribu,” pungkasnya. (sen/arp)