Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Bupati Minta Satu Pintu Wisatawan, Pj Wali Kota Tarakan: Janganlah Seperti Itu

Muhammad Sholehudin Al Ayubi • Rabu, 24 April 2024 | 17:46 WIB
SATU PINTU MENCUAT: Pemerintah Kabupaten Berau segera menerapkan satu pintu masuk pariwisata. Supaya menunjang berbagai hal, mulai dari data kunjungan hingga memaksimalkan potensi PAD.
SATU PINTU MENCUAT: Pemerintah Kabupaten Berau segera menerapkan satu pintu masuk pariwisata. Supaya menunjang berbagai hal, mulai dari data kunjungan hingga memaksimalkan potensi PAD.

TANJUNG REDEB – Kunjungan wisatawan di Pulau Derawan dan Maratua yang masuk dari Tarakan, Kalimantan Utara terus menjadi persoalan yang tak kunjung tuntas.

Pasalnya, wisatawan yang datang itu dinilai tak menambah pemasukan ke daerah dan acap kali tak tercatat.

Melihat hal itu, Penjabat (Pj) Walikota Tarakan, Kalimantan Utara, Bustan menerangkan, penerapan satu pintu masuk di Berau sebaiknya tidak dilakukan. Sebab hal ini menjadi kolaborasi dan juga mata pencaharian banyak masyarakat.

“Rezeki itu mau dari mana masuk itu kan pilihan mereka (wisatawan, red), janganlah seperti itu,” ungkapnya beberapa waktu lalu.

Apalagi, dirinya menilai, Berau dengan APBD yang cukup besar sejatinya tidak perlu terlalu khawatir dengan masuknya wisatawan melalui jalur Tarakan, bukan jalur Berau.

“Kita ini kan bersaudara, apalagi Berau punya APBD yang besar,” ungkapnya.

Di sisi lain, Bupati Berau, Sri Juniarsih menegaskan, pemerintahannya akan mempertajam kemungkinan satu pintu masuk pariwisata ke Berau. Hal ini, dikatakan semata-mata tak hanya dari sisi pendapatan, namun juga dari sisi keselamatan wisatawan.

“Mereka (wisatawan, red) datang ya datang, sebenarnya tidak apa, namun kita tidak data,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (23/4).

Ke depan, pembuatan sistem masuk satu pintu akan segera direalisasikan. Hal ini untuk menjaga keamanan wisatawan yang masuk. Sehingga, pemerintah bisa mendata hal tersebut.

“Ini untuk keselamatan mereka juga, bukan sekedar potensi pendapatan saja, kalau saya maunya lewat Berau,” jelasnya.

Dirinya juga akan segera melakukan koordinasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau serta Dinas Perhubungan Berau, untuk penetapan satu pintu masuk itu. Setidaknya, wisatawan yang datang melalui Tarakan akan tetap memasuki Tanjung Redeb ataupun Tanjung Batu dan melakukan registrasi.

“Intinya nanti mereka akan masuk, dan terdata di kita,” paparnya.

Dirinya merasa bersyukur jika Berau memiliki potensi pariwisata yang unggul. Namun, hal itu tetap akan dikelola secara profesional dan maksimal. Sehingga, penerapan satu pintu masuk tak hanya sekedar memaksimalkan potensi PAD, melainkan juga menjaga wisatawan dengan terdatanya mereka saat berkunjung.

“Ini tentu untuk wisatawan juga, sehingga mereka berwisata juga aman dan PAD kita bisa meningkat,” pungkasnya. (sen/arp)

 
Editor : Muhammad Sholehudin Al Ayubi
#derawan #Satu Pintu #wisata