SAMBALIUNG – Ruas Jalan Sungai Buntu, RT 20, Sambaliung menjadi keluhan masyarakat. Pasalnya, pada ruas jalan sepanjang 2 kilometer (Km) itu terdapat tiga titik kerusakan yang cukup parah sehingga sukar dilintasi.
Ketua RT 20, Sambaliung, Burhanuddin, mengungkapkan jalan tersebut merupakan jalur penghubung bagi kurang lebih 25 kepala keluarga dalam satu permukiman di ujung jalan. Sehingga, keberadaan jalan tersebut cukup dibutuhkan.
Sebelum Lebaran, pihaknya sudah koordinasi dengan instansi terkait agar segera ditangani. Bahkan, sempat didapati alat-alat berat datang untuk melaksanakan penanganan.
“Memang ada perbaikan, namun sekarang rusak lagi,” terangnya.
Kondisi jalan yang berlumpur, disebutnya akan semakin parah saat hujan turun. Seperti cuaca beberapa waktu belakangan yang kerap hujan deras menyebabkan jalan lebih sulit dilintasi.
“Kalau hujan, kondisinya makin parah lagi. Lebih sulit lagi dilintasi,” imbuhnya.
Dirinya menegaskan, pada lintasan sepanjang 2 km itu terdapat tiga titik kerusakan jalan. Karena tidak sepenuhnya sepanjang jalan mengalami kerusakan.
Dirinya berharap, penanganan jalan tersebut segera dilakukan. Supaya bisa dilintasi oleh masyarakat dengan nyaman. Mengingat, tidak sedikit masyarakat yang tinggal di bagian dalam dan memerlukan akses jalan yang baik.
“Kami harap bisa segera dituntaskan dan bisa dilintasi dengan nyaman,” harapnya.\
Terpisah, Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Junaidi, menuturkan pihaknya telah menerima laporan kerusakan jalan tersebut. Dirinya menjelaskan, pada 8 April lalu, perbaikan sempat dikerjakan untuk menunjang kenyamanan masyarakat pada saat Lebaran Idulfitri 1445 Hijriah.
“Sebenarnya jalan tersebut sempat ditangani oleh tim,” terangnya, Senin (15/4). Usai menerima laporan kembali belakangan ini, dirinya menuturkan penanganan sudah dimulai kembali sejak Minggu (14/4).
Pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Berau 2024, terdapat satu paket pekerjaan yang akan menangani ruas jalan tersebut dengan nilai pekerjaan mencapai Rp 11 miliar.
“Awal tahun ini ada lelang untuk ruas jalan tersebut, dan lelangnya sudah selesai,” ungkapnya.
Junaidi menerangkan, paket pekerjaan itu nantinya akan menangani ruas Jalan Sungai Buntu. Di mana sub pekerjaan berupa pengerjaan pengaspalan efektif sepanjang 1 km dari titik aspal terakhir di jalan tersebut.
“Pemenang tender sudah ada, hanya menunggu prosesnya dimulai,” ungkapnya.
Namun, untuk penanganan segera, dirinya sudah meminta pihak kontraktor untuk melakukan penanganan pada titik jalan yang menjadi keluhan masyarakat, dengan penanganan pengerasan jalan menggunakan grider.
“Kami keraskan dulu, sudah dimulai sejak kemarin (Minggu, red). Inginnya kami sampai ditimbun dengan sirtu, kalau cuaca mendukung hari ini dikerjakan (Senin, red),” paparnya.
Dari total efektif pengaspalan sepanjang 1 km, dikatakan Junaidi tidak bisa menyentuh tiga titik kerusakan yang menjadi keluhan. Sebab, ketiga titik kerusakan berada sejauh 3 km dari titik aspal terakhir. Dengan tambahan pengaspalan pada paket pekerjaan ini, maka lokasi kerusakan masih berjarak 2 km dari titik aspal terakhir nantinya.
“Dari Rp 11 miliar itu, yang pasti pengaspalan 1 km, sisanya fungsional dikerjakan oleh kontraktor, itu yang kami minta kerjakan saat ini dengan tim di lapangan,” paparnya.
Dari total nilai proyek tersebut, selain pengaspalan juga akan dibangun Dinding Penahan Tanah (DPT) untuk mencegah terjadinya longsor badan jalan. Sebab, di kedua sisi jalan terdapat aliran irigasi yang dikhawatirkan bisa longsor, jika tidak ditangani dan diantisipasi.
“Masalahnya hanya pada cuaca saja, jika cuaca panas inshaallah bisa ditangani yang fungsional oleh kontraktor,” pungkasnya. (sen/arp)