TANJUNG REDEB – Viralnya sebuah video kematian seekor penyu di wilayah Pulau Panjang, Kecamatan Pulau Derawan juga menjadi perhatian dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim. Saat ini, BKSD bersama aparat penegak hukum pun sedang melakukan pendalaman atas kematian penyu tersebut.
Dijelaskan Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim, Muhammad Ilyas, bahwa mendengar adanya hal tersebut pihaknya langsung ke lokasi penyu mati bersama tim Polairud Polres Berau serta jajaran di Polsek Pulau Derawan. "Tanggal 2 April lalu informasinya dan kemarin sudah kami cek keliling Pulau Panjang namun kami tidak menemukan bangkai penyu tersebut,” ujarnya kepada awak media ini.
Pihaknya juga sudah mencoba menghubungi pemilik akun yang menyebarkan adanya penyu tersebut. Tetapi sejauh ini belum mendapatkan keterangan yang lengkap. "Kami juga lagi tanya ke pemilik akun tersebut apa kejadiannya itu betul baru-baru ini atau seperti apa," bebernya.
Ilyas juga sudah melakukan observasi di sekitaran Tempat Kejadian Perkara (TKP) lokasi ditemukannya penyu yang diduga akibat terkena bom oleh oknum nelayan. "Kami juga ada dibantu oleh pihak Polsek Pulau Derawan. Biasanya bangkai penyu itu perlahan bakal ketemu di daratan sekitar Pulau Panjang," katanya.
Meski begitu, guna mengantisipasi kejadian tersebut terulang kembali pihaknya akan kembali memasifkan sosialisasi terkait dampak penangkapan ikan dengan cara dibom. "Kami akan lakukan sosialisasi kepada warga jangan gunakan alat yang akan mengancam hewan di laut. Ini supaya meminimalisasi matinya biota laut nantinya," imbuhnya.
Sementara Kasatpolairud Polres Berau AKP Faisal, menambahkan, pihaknya sudah dapat informasi tersebut dan kini tengah tahap penyelidikan. Kami lagi tindaklanjuti dan kita terus mencari tahu apa penyebab penyu itu mati, kita masih cari tahu karena kami juga tidak punya bukti lengkap jika mengatakan penyu tersebut mati karena terkena bom atau lainnya," tuturnya.
Yang jelas katanya, dirinya juga menegaskan apabila berhasil temukan siapa pelaku perusak ekosistem penyu atau laut maka pihaknya juga tidak segan-segan untuk melakukan penindakan. "Kami akan proses pelaku dengan hukum yang sudah berlaku," imbuhnya.
Terpisah, Kapolsek Pulau Derawan, Iptu Iwan Purwanto, juga mengaku sudah meningkatkan patroli guna mencegah aksi penangkapan ikan dengan cara tidak ramah lingkungan.
"Kita sudah tingkatkan patroli terkait penyu mati tersebut, dan memang sejauh ini belum ada tanda-tanda (kebenaran video viral, red)" pungkasnya. (aky/sam)