Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

BTS dan Tower Komunikasi untuk Berau; Pusat Realisasikan 5, Provinsi Beri 6

Muhammad Sholehudin Al Ayubi • Kamis, 4 April 2024 | 19:34 WIB
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Berau, Didi Rahmadi
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Berau, Didi Rahmadi

TANJUNG REDEB - Tahun ini Kabupaten Berau bakal mendapat lima bantuan based transciever station (BTS) dari program Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau, Didi Rahmadi, mengatakan, pihaknya mengusulkan 32 titik untuk dibangun BTS tersebut di kecamatan yang membutuhkan. Sayangnya sementara ini hanya dipenuhi lima tower saja.

Adapun lima bantuan BTS tersebut belum ditentukan lokasi tepatnya dimana, namun yang menjadi prioritas pihaknya untuk dibangun adalah di Kecamatan Kelay dan Segah.

"Kalau bantuan pemerintah pusat ini kami usahakan arah pembangunannya ke Kelay dan Segah," ungkapnya, Rabu (3/4).

Hanya saja, diakuinya distribusi material ke daerah pedalaman Kelay menjadi salah satu hambatan untuk direalisasikan. Apabila dibangun pada kampung sebelum Merapun masih bisa terjangkau, selebihnya kata Didi, membutuhkan upaya lebih untuk menuju ke sana.

"Distribusi kalau ke pedalaman memang agak susah. Itu menjadi beberapa kendala yang kami dihadapi," terangnya.

Selain dari Pemerintah Pusat, rencananya akan ada tambahan bantuan 6 tower telekomunikasi juga dari Pemerintah Provinsi Kaltim di tahun ini. Tapi bantuan tersebut juga belum ditentukan lokasinya. Pihaknya akan mendiskusikan kembali dengan pihak provinsi, yang jelas harus memiliki jaringan fiber optik terlebih dulu.

"Karena bantuan provinsi ini berbeda dengan bantuan pusat yang melalui Kemenkominfo," kata Didi.

Tentunya bantuan tower tersebut diharapkan dapat mempermudah masyarakat mengakses telekomunikasi dan internet, terutama bagi masyarakat pedalaman. Disebutnya, apabila jumlan tower sedikit bisa dicarikan solusi lain, yakni dengan memperbesar bandwidthnya. Dimana juga membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.

"Apalagi bandwidth dari program BAKTI ini kecil. Sehingga jaringannya cukup sulit karena perlu infrastruktur yang banyak," bebernya.

Didi menambahkan, untuk pembangunan tower di Kecamatan Kelay minimal harus 70 meter tingginya. Karena di sekitarnya banyak ditumbuhi pohon-pohon besar, dikhawatirkan dapat mengganggu tower memancarkan sinyal.

Sementara Kepala Bidang (Kabid) E-government, Rahmatia, menambahkan, tahun ini pihaknya tidak lagi mengusulkan Kampung Long Sului, Kecamatan Kelay untuk menerima bantuan tower BTS. Pasalnya masih masuk dalam data penerima tower tahun lalu, dan material untuk pembangunan tower tersebut terkendala akses jalan menuju ke sana.

Dimana hanya bisa dilalui melalui jalur sungai, maka material butuh diangkut menggunakan helikopter.

"Saat ini tinggal menunggu kontraknya saja, masih berproses sampai sekarang," tandasnya. (*/aja/sam)

 
Editor : Muhammad Sholehudin Al Ayubi
#telekomunikasi #bts #bakti