Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Pariwisata Berau menuju Level Internasional

Muhammad Sholehudin Al Ayubi • Rabu, 3 April 2024 - 18:35 WIB
PENGEMBANGAN WISATA: Pariwisata Berau menjadi isu untuk dikembangkan secara internasional pada musrenbang tingkat kabupaten tahun 2024.
PENGEMBANGAN WISATA: Pariwisata Berau menjadi isu untuk dikembangkan secara internasional pada musrenbang tingkat kabupaten tahun 2024.

TANJUNG REDEB - Kabupaten Berau masuk ke dalam isu pengembangan pariwisata di level internasional pada pembahasan musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) RPJPD tahun 2025-2045 dan RKPD tahun 2025, di ruang RPJPD Bapelitbang, Selasa (2/4).

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Ilyas Natsir mengatakan, yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau adalah peningkatan fasilitas yang menunjang level internasional. Serta pengembangan sumber daya manusia (SDM), promosi pariwisata, transportasi yang mumpuni serta keberadaan ekonomi kreatif (Ekraf).

“Kalau dari sisi keindahan, tentu Berau tidak kalah dengan daerah lain. Bahkan, kita yang terbaik,” ucapnya.

Menurutnya, dengan promosi yang masif akan lebih mudah memperkenalkan Kabupaten Berau kepada wisatawan mancanegara yang menjadi sasaran. Sehingga, saat Ibu Kota Nusantara (IKN) terbentuk nantinya, Berau sudah menjadi Bali-nya Kaltim dan itu jelas memerlukan promosi wisata.

Targetnya, bukan hanya berkunjung ke Pulau Maratua, tapi juga Kepulauan Derawan yang sudah berada di level internasional. Termasuk di dalamnya Pulau Derawan itu sendiri, Sangalaki, Kakaban. Ditambah Bidukbiduk, dan Pulau Kaniungan yang menjadi prioritas baru pengembangan destinasi wisata di Berau.

“Kaniungan selama ini belum terlalu banyak diekspos. Kami sempat mempromosikan Kaniungan di Bali. Kalau untuk Labuan Cermin yang ada di Bidukbiduk sudah terkenal secara internasional,” sebutnya.

Yang menjadi atensi pihaknya, tidak adanya ruang pertemuan yang dapat menampung hingga ribuan orang pada destinasi yang sudah disebutkan tadi. Itulah kesempatan bagi investor untuk masuk dan membangun fasilitas penunjang di wilayah pesisir. Yang mampu mendukung pengembangan pariwisata di level internasional.

“Jadi ketika kalau ada rapat tingkat internasional, kami akui belum ada fasilitas yang menunjang hal itu,” ujarnya.

Kendati demikian, fasilitas penginapan di pesisir dikatakan Ilyas sudah mampu bersaing dan memenuhi kebutuhan di level internasional. Mengingat sudah cukup banyak resort dan penginapan yang dibangun dengan konsep kelas tinggi.

“Yang kurang mungkin di Derawan, kalau puncak liburan banyak wisatawan yang tidak tertampung,” katanya.

Dukungan pemerintah daerah selama ini sangat luar biasa untuk pengembangan pariwisata di Berau. Terlebih untuk pemenuhan fasilitasnya pelan-pelan direalisasikan. Pun jalan di Maratua sudah di aspal semua. Pada saat Indonesia mengalami usia emas pada 2045 mendatang, Kabupaten Berau sudah sangat luar biasa.

Jika berbicara pariwisata, kata Dia, anggaran tidak hanya dialokasikan pada instansinya saja. Tapi banyak OPD lain sebagai penunjang pariwisata. Seperti DPUPR Berau, Dishub Berau, Diskoperindag Berau, Disdik Berau dan sebagainya. 

Memiliki program yang dapat menunjang pengembangan pariwisata. Tentu kalau digabung sangat besar jumlahnya. Bahkan, Kabupaten Berau juga banyak didukung dari anggaran yang berasal dari provinsi dan Pemerintah Pusat.

“Pekerjaan rumah ke depan selain peningkatan fasilitas adalah promosi dan pengembangan SDM-nya,” tandasnya. (*/aja/arp)

 
Editor : Muhammad Sholehudin Al Ayubi
#pariwisa #derawan #maratua