Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Berbincang Seputar Ramadan Edisi 7; Sucikan Hati, Tingkatkan Kualitas Ibadah

Muhammad Sholehudin Al Ayubi • Selasa, 19 Maret 2024 | 18:50 WIB

Ustaz Mustaji
Ustaz Mustaji

Bertemu dengan bulan Ramadan adalah dambaan bagi setiap orang beriman yang harus disyukuri, karena Allah masih memberikan kesempatan kepada kita untuk menikmati bulan yang penuh keberkahan ini setelah sebelas bulan kita mengarungi kehidupan yang penuh lika-liku.

ANGGORO FADJAR SUSENOTanjung Redeb


 

SALAH satu Dai di Berau, Ustaz Mustaji, menerangkan, pada bulan Ramadan inilah momentum yang sangat tepat bagi kita meningkatkan kualitas beribadah, untuk mensucikan diri dari segala noda dan dosa yang terlanjur dilaksanakan selama ini.

“Para sahabat nabi untuk bertemu dengan bulan Ramadan mereka berdoa selama enam bulan sebelumnya, bahkan mereka juga berdoa enam bulan setelahnya, agar amaliyah mereka diterima oleh Allah,” ujarnya.

Di antara doa mereka adalah sebagaimana dalam hadits riwayat Imam Atthobroni dan Addaylami dari sahabat Ubadah bin Asshomit, bahwa Nabi Muhammad SAW mengajari kepada kami beberapa kalimat ketika menjelang Ramadan yang artinya adalah, Ya Allah sampaikan diriku pada Ramadan dan sampaikan Ramadan kepadaku serta terimalah amaliyah amalanku.

Kegembiraan menyambut Ramadan adalah merupakan cerminan dari ketalwaan hati kita, karena sejatinya Ramadan merupakan salah satu dari syiar agama Islam yang wajib dihormati dan diagungkan.

Di bulan Ramadan ini permulaan kitab suci Alquran diturunkan, merupakan bulan ketaatan, bulan ibadah, bulan kebaikan. Ramadan juga disebut bulan maghfirah, penuh ampunan, Rahmat, dan keridaannya. Di bulan ini juga terdapat sebuah malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan yang populer dengan Lailatul Qadar.

"Di bulan Ramadan ini Allah menyediakan obral besar pahala yang tidak diberikan di bulan lain, tentunya bagi mereka yang mau,” ujarnya. Bulan Ramadan juga bulan musim kebaikan yang menakjubkan, yaitu dimana dibukanya pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka, setan dibelenggu serta malaikat berseru, wahai para pencari kebaikan, sambutlah. Wahai para pencari kejahatan, berhentilah sampai berakhirnya Ramadan seperti yang diriwayatkan dalam Hadis Ahmad.

“Namun, walaupun Ramadan bulan musim kebaikan, bulan penuh keutamaan akan menjadi seperti bulan biasa jika tidak dibarengi dengan kemauan dan komitmen dari kita untuk menggapai kebaikan itu sendiri di bulan Ramadan ini,” terangnya.

Oleh karenanya, dirinya mengajak untuk maksimalkan ikhtiar dalam meraih kemuliaan di bulan ini, seakan-akan Ramadan ini adalah yang terakhir bagi kita. (sam)

 
Editor : Muhammad Sholehudin Al Ayubi
#safari #ramadan #ragam