TANJUNG REDEB – Setelah kawasan Tepian Jalan Ahmad Yani rampung dijadikan kawasan wisata perkotaan, kini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau kembali mempersiapkan revitalisasi Tepian Jalan Pulau Derawan.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, pun memimpin langsung beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait melakukan peninjauan untuk merencang revitalisasi kawasan yang juga dikenal sebagai Tepian Teratai.
Dijelaskan Wakil Bupati Berau, Gamalis, Jalan Pulau Derawan juga perlu dibenahi khusus untuk ikonik Berau. “Jadi kita bisa buat sepanjang Jalan Pulau Derawan ini menjadi ikonik baru, seperti ruang bermain anak, dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) seperti di Jalan Ahmad Yani,” ujarnya kepada Berau Post, Senin (18/3).
Merealisasikan adanya hal tersebut, hingga 26 Maret nanti dirinya akan melakukan koordinasi seperti persentasi dari konsultan ataupun OPD terkait lainnya. "Jadi nanti sudah kita agendakan untuk rapat dan membahas lebih jauh untuk melakukan revitalisasi tepian tersebut,” katanya.
Untuk membenahinya disebut Gamalis, pemerintah sudah menganggarkan sebanyak Rp 34 miliar untuk melakukan revitalisasi sepanjang 700 meter. “Jadi nanti revitalisasi dimulai simpang tiga Jalan RA Kartini sampai simpang lampu merah Jalan Pulau Derawan-Jalan Pemuda,” sebutnya.
Setelah dilakukan rapat bersama OPD pada 26 Maret mendatang, maka pihaknya juga akan kembali merapatkan hal tersebut kepada para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di tepian tersebut. “Sudah kita pikirkan semuanya, dan memang sudah ada beberapa opsi untuk hal itu. Kita tunggu saja setelah rapat bersama OPD, maka kita akan rapat bersama para PKL,” jelasnya.
Di lokasi yang sama, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Charles, mengatakan, saat ini revitalisasi itu masih dalam proses perencanaan. Sehingga pada 26 Maret mendatang pihaknya juga akan melakukan pertemuan dan membahas terkait dengan hal tersebut. “Setelah presentasi nanti maka kami akan lakukan lelang,” tegasnya.
Ditanya terkait dengan lelang, Charles mengaku jika tidak halangan akan dilakukan pada bulan April nanti, karena pihaknya juga memiliki target pengerjaan akan dimulai pada pekan kedua bulan Mei. “Untuk estimasi pengerjaan kami targetkan selama 6 bulan atau akan selesai pada akhir tahun ini,” imbuhnya. (aky/sam)