Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Perlu Jalur Alternatif, Cegah Jalan Talisayan-Batu Putih Lumpuh akibat Luapan Sungai

Muhammad Sholehudin Al Ayubi • Sabtu, 16 Maret 2024 | 20:42 WIB
MELUAP: Hujan yang mengguyur sejak Jumat (15/3) subuh menyebabkan satu ruas jalan di Talisayan terdampak banjir yang menghambat kegiatan masyarakat.
MELUAP: Hujan yang mengguyur sejak Jumat (15/3) subuh menyebabkan satu ruas jalan di Talisayan terdampak banjir yang menghambat kegiatan masyarakat.

TALISAYAN - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Berau sejak Jumat (15/3) pagi hingga siang menyebabkan aliran Sungai Aru di Jalan Poros Talisayan-Batu Putih meluap.

Akibatnya, jalan poros tersebut mendapat limpasan air sungai yang cukup deras. Bahkan kendaraan harus berhati-hati ketika melintas di sana.

Kepala Kampung Talisayan, Ali Wardana, menyebut hujan sudah terjadi sejak pukul 04.00 Wita hingga siang hari, kemudian intensitas hujan menurun namun tidak berhenti, sehingga limpasan air hujan tidak bisa dihindarkan.

“Sementara masih bisa dilintasi, kalau jangka panjang rawan, takutnya jembatannya ambruk,” katanya melalui sambungan telepon kemarin.

Kejadian ini juga yang melatari usulan pembuatan jalur dua di Talisayan. Dimana jalur pertama adalah yang saat ini tengah terdampak limpasan air ketika hujan dengan intensitas tinggi, sehingga jika jalur tersebut lumpuh akses kegiatan masyarakat juga lumpuh.

“Sehingga, waktu musrenbang diusulkan ada jalur dua, jalur pertama itu yang sekarang banjir. Jalur kedua perbatasan Kampung Talisayan-Dumaring,” paparnya.

Kejadian seperti ini diakui jarang terjadi, namun intensitas hujan yang tinggi ditakutkan akan menghadirkan banjir kiriman dari hulu, dimana Kampung Talisayan menjadi kawasan hilir.

“Ini jarang kejadiannya, kalau intensitas hujan tinggi, kita takutnya hulu di atas Talisayan kiriman airnya itu,” ujarnya.

“Di situ juga ada rumah warga berjualan buah, itu terdampak. Rumahnya di pinggirian sungai, yang kita antisipasi kalau ini lama juga ada tiang listrik yang takutnya terkikis dan roboh,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Berau, Novian Hidayat, menerangkan, sejak hujan deras yang merata mengguyur Berau, hampir seluruh petugas posko di seluruh wilayah melakukan pemantauan. Sehingga dirinya meminta masyarakat yang tinggal pada daerah-daerah rawan bisa meningkatkan kewaspadaan.

“Banjir merata, masyarakat harus siap siaga dan waspada terutama di daerah bantaran sungai,” ujarnya.

Tak hanya masyarakat yang bermukim di pinggir sungai karena akan terdampak jika terjadi luapan, namun yang juga tinggal di wilayah perbukitan, tebing yang dikhawatirkan bisa terjadi longsor dengan kejadian hujan yang cukup deras. “Masyarakat juga harus waspada atas hewan buas seperti buaya dan ular,” paparnya.

Dirinya mengimbau masyarakat segera melapor jika mendapati kondisi tertentu yang tidak wajar kepada aparat pejabat pemerintah setempat. Sehingga hal tersebut bisa ditanggapi dan ditindaklanjuti. “Cepat melapor ke pemerintah setempat jika kondisi banjir yang tidak biasa,” pungkasnya. (*/sen/sam)

Editor : Muhammad Sholehudin Al Ayubi
#berau #jalan poros #banjir