Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Selama Ramadan, Jam Belajar Sekolah Dikurangi

Muhammad Sholehudin Al Ayubi • Senin, 11 Maret 2024 | 14:00 WIB
KERINGANAN: Pembelajaran anak sekolah selama Ramadan akan dikurangi. Aktivitas fisik dibatasi dan akan diganti den-gan Pesantren Kilat.
KERINGANAN: Pembelajaran anak sekolah selama Ramadan akan dikurangi. Aktivitas fisik dibatasi dan akan diganti den-gan Pesantren Kilat.

TANJUNG REDEB - Selama Bulan Suci Ramadan, kegiatan belajar mengajak anak-anak sekolah dimulai pada 14 Maret hingga 6 April mendatang. Itu berlaku bagi para pelajar di jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (Paud), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Berau, Mardiatul Idalisah menyebut, pihaknya telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 800/0560/UMPEG/2024 tentang Jadwal Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Selama Bulan Ramadan 2024/1445 Hijriah.

Dikatakannya, sejak 11-13 Maret masuk masa libur awal Ramadan. Sementara, libur untuk para Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) hanya dua hari saja yakni, 11-12 Maret. Ada pun pembelajaran efektif di Bulan Suci Ramadan akan dimulai pada tanggal 14 Maret hingga 6 April mendatang.

Sedangkan, untuk libur Hari Raya Idulfitri, pihaknya menetapkan mulai dari 8-16 April. Dan kegiatan belajar mengajar akan kembali aktif pada 17 April. “Siswa dan PTK akan kembali masuk sekolah pada tanggal 14. Namun, ada beberapa perubahan, seperti jam operasional pembelajaran,” ungkapnya. 

Jam operasional yang dimaksud yaitu, bagi jenjang PAUD, durasi pembelajaran 120 menit per hari. Untuk SD, durasi pembelajaran adalah 30 menit per jam pelajaran. Dan untuk SMP, durasi pembelajaran adalah 35 menit per jam pelajaran.

“Jadi setiap jenjang pendidikan berbeda-beda. Mengikuti kebijakan yang berlaku,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, kegiatan pembelajaran dimulai pada pukul 08.00 Wita dan berakhir sesuai dengan jadwal pulang satuan pendidikan masing-masing. Kegiatan fisik seperti olahraga di sekolah akan dihentikan sementara.

Dengan adanya perubahan khususnya libur puasa dan pengurangan jam belajar bagi para pelajar ini, diharapkan tidak mengganggu ibadah puasa mereka dan kegiatan belajar mengajar pun tetap berjalan lancar.

Mardiatul juga mengimbau agar para siswa melaksanakan kegiatan yang dapat meningkatkan iman dan takwa, seperti Pesantren Kilat yang diadakan di sekolah masing-masing. “Jadi semua siswa siswi harus ikut Pesantren Kilat untuk menambah keimanan,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang Guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Pendidikan (PJOK) di salah satu SD di Kabupaten Berau, Recky, mengatakan selama tidak ada kegiatan fisik dirinya akan lebih banyak memberikan teori kepada murid-muridnya. Pun akan diselingi beberapa permainan yang dapat menunjang kreativitas anak-anak, tapi tidak lepas dari pembelajaran.

“Supaya anak-anak juga tidak bosan berada di kelas jadi harus banyak inovasi. Apalagi untuk murid SD,” ungkapnya. (*/aja/arp)

Editor : Muhammad Sholehudin Al Ayubi
#jam belajar #pendidikan #ramadan