GUNUNG TABUR – Pembangunan Jembatan Sei Satta yang menghubungkan Kampung Samburakat dan Kampung Sembakungan di Kecamatan Gunung Tabur akhirnya selesai dibangun.
Jalur tersebut merupakan akses alternatif masyarakat maupun wisatawan yang akan bepergian menuju Tanjung Batu melalui jalur darat.
Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Benny Sepriady Panjaitan mengatakan, jembatan tersebut kini telah diperbolehkan untuk dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat.
“Syukur alhamdulillah, jembatan ini (Sei Satta, red) sudah bisa dilintasi kendaraan,” ujarnya Minggu (25/2). Pembangunan sebelumnya sempat terhambat dikarenakan material hingga kondisi cuaca yang menghambat proses pengeringan pengecoran geladak jembatan.
Dikatakan Benny, proyek tersebut mengalami keterlambatan hingga 43 hari. Namun, kini pembangunan telah usai dilakukan. “Ya, sempat terlambat. Kami minta maaf. Semoga pembangunan ini bisa bermanfaat bagi pengendara baik masyarakat ataupun wisatawan,” ujarnya.
Jembatan Sei Satta dilengkapi dengan pemasangan lampu-lampu tematik yang menjadikan jembatan tersebut lebih menarik dan memanjakan mata jika dilintasi pada malam hari.
Selain itu, sisi luasan di sekitar jembatan diharapkan bisa dimanfaatkan oleh pemerintah kampung sebagai objek ekonomi. “Kami kembalikan kepada kampung untuk mengelola lokasi, sehingga bisa menjadi tempat pertumbuhan perekonomian,” terangnya.
Jembatan tersebut nantinya akan menjadi Jembatan Tipe A, kualifikasinya adalah jembatan dengan lebar badan jalan 9 Meter dan Efektif 7 meter dengan panjang lintasan 30 Meter.
“Kalau sudah permanen, itu akan menggantikan Jembatan Bailey yang selama ini digunakan,” jelasnya.
Ia membeberkan, pekerjaan tersebut menelan anggaran mencapai Rp 24,5 Miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Berau senilai Rp 9 Miliar serta Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Kalimantan Timur.
“Sumber dana sendiri, itu dari Bankeu sekitar Rp 16 Miliar dan sisanya dari APBD kita (Berau, red),” bebernya.
Terpisah, Bupati Berau, Sri Juniarsih bersyukur melihat pembangunan jembatan Sei Satta yang sudah selesai. Ini merupakan ikon baru di Gunung Tabur yang diharapkan bisa menjadi kegemaran masyarakat, dengan memanfaatkan lokasi di sekitar jembatan menjadi objek.
“Kita harap lokasi ini bisa menjadi tempat yang dikelola dengan baik sehingga bisa menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat,” jelasnya saat meninjau pada Sabtu (24/2). (sen/arp)