Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Bandara Kalimarau Buka Pelatihan Drone dan Ekspor Logistik, Maksimalkan Potensi Pengiriman Kargo

Muhammad Sholehudin Al Ayubi • Kamis, 22 Februari 2024 | 05:30 WIB
ILUSTRASI: BLU UPBU Kelas I Kalimarau Berau membuka pelatihan drone dan ekspor logistik.
ILUSTRASI: BLU UPBU Kelas I Kalimarau Berau membuka pelatihan drone dan ekspor logistik.

TELUK BAYUR – Badan Layanan Umum (BLU) Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Kalimarau membuka pelatihan bagi 16 orang untuk mengikuti Sistem Pesawat Udara Kecil Tanpa Awak (SPUKTA) atau drone dan 37 orang untuk Export for Logistic.

Kepala BLU UPBU Kelas I Kalimarau Berau, Ferdinan Nurdin menuturkan, kegiatan tersebut merupakan program berupa Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM). Bekerja sama dengan Politeknik Penerbangan di bawah naungan BPSDM Kementerian Perhubungan. Agar mengakomodir kebutuhan masyarakat dalam hal pelatihan dan pendidikan dalam sektor kebandarudaraan.

“Saat ini kami bekerja sama dengan Politeknik Penerbangan Indonesia – Curug untuk menyelenggarakan kegiatan DPM dengan tema SPUKTA dan Export for Logistic,” jelasnya, Rabu (22/2).

Hal itu juga untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat serta sebagai bentuk persiapan BLU UPBU Kelas I Kalimarau Berau beserta para stakeholder penerbangan. Untuk memaksimalkan potensi pengiriman barang kargo dengan tujuan ekspor dan domestik dari Bandara Kalimarau di Kabupaten Berau.

DPM SPUKTA dibatasi hanya untuk 16 orang saja. Dilaksanakan secara hybrid, selama satu minggu online dan satu minggu offline secara gratis. Adapun jadwalnya sejak 26 Februari hingga 8 Maret di UPBU Kalimarau. Sedangkan, DPM export for logistic dibuka untuk 37 orang. Dilaksanakan secara offline selama satu minggu secara gratis. Mulai dari 4-8 Maret. Saat ini pendaftaran masih dibuka.

“Sampai saat ini pesertanya memang masih kurang dari kuota yang kami sediakan,” bebernya.

Lanjutnya, pelatihan Export for Logistic tersebut menyasar pelaku UMKM, exportir, pelaku usaha kargo, pegawai Bandara Kalimarau, ground handling, empu, dan masyarakat sekitar lainnya.

Sementara untuk SPUKTA ditargetkan untuk para pegawai bandara di wilayah Kalimantan Timur, pegawai kantor ATR/BPN, pemerintah daerah, serta masyarakat sekitar.

“Expor logistik ini dipilih untuk seluruh stakeholder penerbangan, pemangku kebijakan, para pelaku usaha, dan pemerintah daerah guna menambah wawasan dan kesiapan tentang pengiriman kargo ekspor,” terangnya.

Itu juga sebagai salah satu penunjang terealisasinya program National Logistics Ecosystem (NLE) di Bandara Kalimarau. Untuk pelatihan drone dilaksanakan untuk menunjang kebutuhan masyarakat terutama pemangku kebijakan yang membutuhkan alat bantu drone dalam kegiatan pemantauan lapangan, surveilance, serta kebutuhan komersial seperti pengambilan video maupun gambar.

“Tentunya dengan dua pelatihan tersebut diharapkan dapat menunjang kebutuhan masyarakat dalam hal peningkatan pertumbuhan ekonomi dan konektivitas serta pariwisata juga peningkatan kompetensi SDM baik internal maupun masyarakat di Berau,” kata Ferdinan.

Adanya pemahaman terkait manfaat dilaksanakannya ekspor untuk para UMKM diharapkan para pelaku usaha yang ada di Berau dapat bersaing dengan daerah lain. Terutama dalam memasarkan hasil produksi komoditas maupun menciptakan branding. Serta memasarkan produk yang bernilai tambah dari Berau.

“Sehingga dapat menumbuhkan perekonomian dan taraf hidup orang Berau,” imbuhnya.

Selain itu, kebutuhan pelatihan drone bagi para pemangku kebijakan dan masyarakat untuk menunjang pemantauan lapangan di wilayah Berau. Dengan melihat potensi terjadinya kebakaran hutan maupun untuk surveilance di lapangan.

Adapun tindaklanjut dari pelatihan tersebut, pihaknya akan menerapkan program NLE untuk mempersingkat bisnis proses, biaya, dan waktu dalam proses pengiriman kargo barang baik domestik maupun internasional.

Pihaknya juga berkomitmen untuk mengajak masyarakat serta pelaku UMKM mengembangkan potensi dalam sektor perindustrian.

“Agar hasil produksi barang dan komoditas dari Bumi Batiwakkal memiliki standar ekspor, serta memiliki nilai jual tinggi untuk dipasarkan secara nasional maupun internasional,” tandasnya. (*/aja/arp)

 
Editor : Muhammad Sholehudin Al Ayubi
#pelatihan #diklat #bandara kalimarau