Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Luapan Sungai Patahkan Jembatan, TRC Pasangkan Jembatan Bailey

Muhammad Sholehudin Al Ayubi • Kamis, 8 Februari 2024 | 12:00 WIB
RUSAK: Salah satu jembatan di Kampung Tunggal Bumi, Talisayan, patah di bagian tengah sehingga akses melalui jembatan tersebut terganggu.
RUSAK: Salah satu jembatan di Kampung Tunggal Bumi, Talisayan, patah di bagian tengah sehingga akses melalui jembatan tersebut terganggu.

TANJUNG REDEB - Dihantam luapan sungai selama dua hari, jembatan di Kampung Tunggal Bumi terbelah. Kerusakannya kata Kepala Kampung Tunggal Bumi, Arsalan, terjadi pada 7 Januari lalu.

Katanya, saat itu debit air sungai memang sedang tinggi dikarenakan hujan yang turun cukup lama. Kemudian, diketahui luapan membawa material dan merusak jembatan tersebut. "Kejadiannya Januari, jadi langsung segera kami buat laporan ke DPUPR," tuturnya saat dihubungi, Rabu (7/2).

Beruntung kata Arsalan, meski kerusakannya cukup parah jembatan masih bisa dilalui, namun hanya bagi kendaraan-kendaraan kecil seperti sepeda motor saja, beberapa hasil perkebunan masyarakat pun harus diangkut dengan cara melangsir. "Masyarakat akhirnya terpaksa melangsir sementara," tuturnya.

Dirinya juga bersyukur, laporan yang dia ajukan bisa direspons cukup cepat oleh DPUPR Dengan melakukan pemasangan jembatan bailey, yang diharapkan bisa membantu masyarakat sampai penanganan permanen dilakukan nantinya. "Semetara masih pemasangan, semoga lekas selesai," katanya.

SEMENTARA: Usai mendapat laporan, DPUPR menurunkan TRC untuk mengatasi jembatan yang patah karena banjir, yakni dengan memasang penopang berupa jembatan bailey.
SEMENTARA: Usai mendapat laporan, DPUPR menurunkan TRC untuk mengatasi jembatan yang patah karena banjir, yakni dengan memasang penopang berupa jembatan bailey.

Diakui Arsalan, jembatan memang sudah cukup tua, sudah dibangun sejak 2017 lalu atau sudah sekitar 7 tahun lamanya. Mengingat peran jembatan yang sangat krusial, pihaknya pun mengajukan perbaikan permanen jembatan pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) kampung belum lama ini.

"Sudah kami usulkan pada musrenbang tingkat kampung belum lama ini, semoga bisa menjadi prioritas untuk dibangunkan jembatan permanen secepatnya," harap Arsalan.

Sementara Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Junaidi menerangkan, setelah mendapatkan laporan itu pihaknya menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk memasang jembatan bailey (jembatan berbahan besi dan bersifat sementara untuk menangani permasalahan patahnya jembatan).

Junaidi menerangkan, jembatan bailey sudah dimobilisasi sejak Senin (5/2), hingga kini TRC masih melakukan perakitan jembatan pada sisi darat untuk selanjutnya dipasang pada area jembatan lama yang rusak.

"Setelah mendapatkan laporan dari kepala kampung, kami langsung bersiap. Jembatan baru sampai Senin (5/2), saat ini masih dirakit," ujarnya, Rabu (7/2).

Jembatan tersebut katanya menjadi penghubung masyarakat di sana, juga akses menuju lokasi wisata Air Terjun Manuhang Eluk. Sehingga penanganan segera untuk jangka pendek dilakukan dengan jembatan bailey. "Tim saat ini masih merakit di darat, ketika selesai dirakit baru akan ditarik ke posisi jembatan lama," ungkapnya.

Pada penanganan kali ini, panjang jembatan lama yang rusak sebutnya 12 meter, sehingga pihaknya menerjunkan 5 segmen jembata baiey atau setara dengan 15 meter panjang. Pemasangan sendiri dibantu satu unit excavator milik UPTD Pesisir untuk melakukan menarik jembatan yang telah dirakit. "Memang kondisi jembatannya cukup mengenaskan, sehingga penanganan segera perlu dilakukan," ujarnya.

Pemasangan bailey diperkirakannya dilakukan selama sepekan. "Prediksi kami minggu depan sudah bisa dilintasi, perakitannya mungkin selesai di pekan ini," ungkapnya.

Dirinya juga terus memantau agar perakitan jembatan bisa berjalan lancar dan ringkas, sehingga penangnan jembatan yang rusak bisa segera selesai dan kembali menopang aktivitas masyarakat kembali seperti biasa.

"Kami terus pantau supaya pemasangan bisa segera selesai dan bisa dimanfaatkan masyarakat," sebutnya.

Tambahnya, kerusakan jembatan diperkirakannya selain dipengaruhi luapan sungai, juga karena usia jembatan yang memang dinilainya sudah cukup tua. Adapun perbaikan secara permanen sebutnya tergantung usulan yang dilakukan pemerintah kampung.

"Untuk perbaikan permanen tergantung usulan pemerintah kampung, jika memang diusulkan dan disetujui tentu akan kita lakukan. (*/sen/sam)

Editor : Muhammad Sholehudin Al Ayubi
#berau #banjir #jembatan