BERAU POST – Kampung Talisayan, Kecamatan Talisayan, mengusulkan diri menjadi lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) pada 2027.
Usulan tersebut disampaikan langsung kepada Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Berau, Abdul Majid, setelah pemerintah kampung menyiapkan lahan yang sebelumnya menjadi kendala pengajuan program tersebut.
Kepala Kampung Talisayan, Ali Wardhana, mengatakan pihaknya telah menemui Abdul Majid untuk menyampaikan kesiapan kampung dalam mendukung pembangunan KNMP.
Ia berharap usulan tersebut dapat dipertimbangkan pemerintah daerah agar Talisayan memperoleh kesempatan yang sama dalam program pengembangan kawasan perikanan dari pemerintah pusat.
“Iya, kami menghadap Kepala Diskan Berau untuk mengusulkan agar Kampung Talisayan masuk dalam pembangunan KNMP tahun depan,” ujarnya Minggu (11/10).
Ali menjelaskan, sejak awal 2026 Pemkab Berau melalui Dinas Perikanan sebenarnya telah mendorong agar Talisayan menjadi salah satu lokasi pembangunan KNMP. Namun, rencana tersebut belum dapat direalisasikan karena saat itu terdapat kendala dalam penyediaan lahan.
Akibatnya, pembangunan KNMP pada 2026 diarahkan ke Kampung Buyung-Buyung, Kecamatan Tabalar, dan Kampung Biduk-Biduk.
Kedua wilayah tersebut menjadi lokasi pelaksanaan program yang diharapkan mampu memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.
Kini, persoalan lahan di Talisayan telah menemukan solusi. Pemerintah kampung menyatakan sudah menyiapkan lokasi yang dinilai sesuai dengan persyaratan program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
“Sekarang lahannya sudah ada, jadi kami sampaikan ke Dinas Perikanan untuk diusulkan,” jelasnya.
Lahan yang disiapkan memiliki luas kurang lebih satu hektare. Ali menyebut luasan tersebut telah disesuaikan dengan standar yang dipersyaratkan KKP untuk pembangunan kawasan KNMP.
Dengan kesiapan lahan tersebut, pihaknya berharap peluang Talisayan masuk dalam program tahun depan semakin terbuka.
Menurut Ali, keberadaan KNMP nantinya berpotensi memberikan manfaat bagi sekitar 400 nelayan di wilayah Talisayan.
Program tersebut diharapkan tidak sekadar menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga mampu mendorong peningkatan produktivitas dan pendapatan masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor perikanan.
Ia menilai pengembangan kawasan nelayan perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kegiatan penangkapan ikan, penanganan hasil tangkapan, hingga pengolahan dan pemasaran.
Dengan demikian, manfaat ekonomi tidak hanya dirasakan nelayan saat melaut, tetapi juga pelaku usaha yang terlibat dalam rantai produksi perikanan.
Ali berharap pemerintah daerah dapat menindaklanjuti usulan tersebut dan memperjuangkannya agar masuk dalam perencanaan program KKP pada 2027.
“Harapan kita, dengan adanya KNMP nantinya bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekosistem ekonomi dari hulu hingga hilir,” pungkasnya. (sen/hmd)
Editor : Nurismi