Gelar Konservasi Pokmaswas Lestari Balikukup Berau Lepas Liarkan Empat Puluh Lima Tukik Penyu Hijau

Nurismi • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 11:25 WIB
PELESTARIAN: Pokmaswas Lestari Balikukup melepas puluhan tukik sebagai upaya perlindungan dan konservasi biota laut di Kabupaten Berau. (SENO/BP)
PELESTARIAN: Pokmaswas Lestari Balikukup melepas puluhan tukik sebagai upaya perlindungan dan konservasi biota laut di Kabupaten Berau. (SENO/BP)

BERAU POST - Sebanyak 45 tukik penyu hijau dilepas liarkan di Pantai Pulau Balikukup, Kampung Balikukup, Selasa (22/9).

Pelepasan tersebut menjadi kegiatan perdana Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Lestari Balikukup dalam upaya mendukung konservasi penyu di wilayah pesisir kampung tersebut.

Sekretaris Pokmaswas Lestari Balikukup, Suryadi mengatakan, keberhasilan penetasan dan pelepasan tukik menjadi pencapaian tersendiri bagi kelompoknya.

Sebanyak 45 telur penyu hijau berhasil menetas setelah menjalani masa inkubasi selama 47 hari. “Alhamdulillah, penangkaran kami berhasil,” ujarnya.

Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kegiatan patroli yang rutin dilakukan anggota Pokmaswas. Setiap malam, anggota kelompok menyisir kawasan pantai, untuk memantau lokasi yang menjadi titik rawan bagi induk penyu ketika naik ke daratan untuk bertelur.

Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga sarang penyu sekaligus memastikan telur dapat berkembang hingga menetas.

Dari kegiatan penangkaran yang dilakukan, masih terdapat dua sarang lainnya yang belum menetas dan masih dalam proses pemantauan.

Lanjut Suryadi, kegiatan konservasi penyu di Balikukup juga tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Salah satunya melalui kerja sama dengan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), yang memberikan kepercayaan kepada Pokmaswas Lestari Balikukup untuk terlibat dalam upaya perlindungan penyu hijau dan penyu sisik.

Dukungan juga datang dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui program perlindungan biota laut Indonesia. “Terima kasih kepada YKAN dan KKP yang telah mempercayai kami,” katanya.

Suryadi berharap keterlibatan masyarakat dalam menjaga penyu dan ekosistem laut di Balikukup dapat terus meningkat.

Menurutnya, keberhasilan konservasi tidak dapat dilakukan hanya oleh kelompok, tetapi membutuhkan dukungan masyarakat secara luas.

Ia juga mengajak warga Balikukup dan masyarakat Kabupaten Berau untuk bersama-sama menjaga keberadaan penyu serta habitatnya. “Tanpa dukungan warga Berau, kami tidak ada apa-apanya,” ungkapnya.

Pelepasan 45 tukik tersebut diharapkan menjadi awal dari semakin kuatnya upaya konservasi di Balikukup. Kehadiran masyarakat, khususnya anak-anak, dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian penting untuk menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian biota laut sejak dini.

Pokmaswas Lestari Balikukup berharap kegiatan konservasi dapat terus berkembang sehingga semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam perlindungan penyu dan ekosistem pesisir Berau. (sen/arp) 

Editor : Nurismi
konservasi penyu Pokmaswas Balikukup