BERAU POST – Upaya memperkuat perlindungan dan pengawasan penyu di Kampung Pulau Derawan terus dilakukan melalui kolaborasi pemerintah kampung, kelompok masyarakat, dan organisasi nonpemerintah atau NGO.
Kepala Kampung Pulau Derawan, Indra Mahardika, mengatakan pengelolaan penyu di wilayahnya dalam beberapa bulan terakhir lebih banyak dilakukan Pemerintah Kampung bersama Badan Permusyawaratan Kampung (BPK), RT, dan tokoh masyarakat.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan setelah tidak ada lagi pengelolaan penyu oleh pihak sebelumnya selama sekitar delapan bulan, sejak Januari hingga Agustus.
“Pemerintah kampung bersama masyarakat mengambil alih pengelolaan penyu,” ujarnya.
Indra mengatakan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) terkait pengelolaan penyu.
Selanjutnya, tanggung jawab pengelolaan kawasan dan penyu di Pulau Derawan melibatkan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kaltim melalui UPTD KKP3K-KDPS serta PSDKP.
Untuk memperkuat upaya tersebut, Pemerintah Kampung Pulau Derawan kemudian mendorong kolaborasi dengan sejumlah NGO. Salah satunya Yayasan Laut Biru Kepulauan Derawan (YLBKD) yang bekerja sama dengan Global Conservation (GC).
Kolaborasi itu dibahas bersama UPTD KKP3K-KDPS, BPK Pulau Derawan, serta perwakilan Scuba Junkie Seas. Pembahasan diarahkan pada langkah strategis perlindungan, pemantauan, dan pengembangbiakan penyu.
“Kami coba kolaborasi bersama teman-teman NGO,” katanya.
Indra menyebut, Pemerintah Kampung bersama DKP Provinsi Kaltim juga telah membentuk kelompok masyarakat yang bertugas membantu menjaga dan melestarikan penyu di Pulau Derawan.
Upaya tersebut mulai berjalan sekitar satu bulan terakhir. Salah satu langkah yang telah dilakukan adalah merelokasi telur penyu ke lokasi yang dinilai lebih aman untuk meningkatkan peluang keberhasilan penetasan.
“Sudah ada telur penyu yang kami relokasi ke tempat lebih aman,” jelasnya.
Ke depan, Indra berharap pengelolaan penyu semakin melibatkan masyarakat lokal. Selain menjaga keberlangsungan populasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat daya tarik wisata Pulau Derawan.
“Penyu tetap menjadi ikon Pulau Derawan,” tegasnya.
Menurutnya, kelestarian penyu tidak hanya penting dari sisi konservasi, tetapi juga dapat memberikan dampak terhadap pengembangan pariwisata.
Karena itu, keterlibatan masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga keberadaan satwa yang menjadi salah satu daya tarik Pulau Derawan tersebut.
Sebagai bentuk langkah konkret, Pemerintah Kampung bersama masyarakat dan pihak terkait juga menyiapkan kegiatan pelepasliaran tukik secara bersama.
“Kami akan melepas tukik bersama,” pungkasnya. (sen/hmd)
Editor : Nurismi