Ajang Bupati Cup Jadi Wadah Penjaringan Bibit Muda, PSSI Berau Pantau Pemain Potensial

Nurismi • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 17:50 WIB
MERIAHKAN ACARA: Kecamatan Bidukbiduk merupakan salah satu tim yang ikut andil dalam turnamen Bupati Cup kemarin. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)
MERIAHKAN ACARA: Kecamatan Bidukbiduk merupakan salah satu tim yang ikut andil dalam turnamen Bupati Cup kemarin. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)

BERAU POST – Gelaran Bupati Cup kembali menjadi salah satu agenda tahunan yang dinantikan para pecinta sepak bola di Kabupaten Berau.

Selain menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Berau dan Kota Tanjung Redeb, turnamen tersebut juga dimanfaatkan sebagai ajang pembinaan sekaligus penjaringan talenta sepak bola dari berbagai wilayah.

Menariknya, peserta Bupati Cup tidak hanya berasal dari kawasan perkotaan. Seluruh kecamatan di Kabupaten Berau turut ambil bagian, mulai dari wilayah hulu hingga kawasan pesisir selatan.

Kondisi tersebut membuat turnamen ini menjadi kesempatan bagi para pemain dari kampung-kampung untuk menunjukkan kemampuan mereka di lapangan.

Plt Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Berau, Sony Perinada, mengatakan kehadiran Bupati Cup merupakan bentuk perhatian terhadap perkembangan sepak bola di Bumi Batiwakkal.

Menurutnya, turnamen tersebut bukan sekadar kompetisi untuk memperebutkan gelar juara, tetapi juga menjadi wadah bagi para pemain lokal untuk mendapatkan pengalaman sekaligus menunjukkan potensi yang dimiliki. 

“Ini merupakan bentuk perhatian kepada para pecinta sepak bola di Kabupaten Berau. Seluruh kecamatan ikut berpartisipasi, baik dari wilayah hulu maupun pesisir selatan,” ujarnya.

Sony menyebut, pelaksanaan Bupati Cup tahun ini memiliki arti penting karena Kabupaten Berau tengah bersiap menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim, yang akan digelar pada November mendatang. Karena itu, setiap pertandingan menjadi bagian dari proses pemantauan pemain. 

PSSI Berau akan melihat secara langsung kemampuan para pemain yang tampil, termasuk dari sisi teknik, permainan, serta potensi mereka untuk masuk dalam skuat Berau. 

“Karena sebentar lagi kita menghadapi Porprov, Bupati Cup ini juga menjadi salah satu ajang untuk melakukan seleksi dan mencari bibit-bibit unggul yang bisa kita persiapkan untuk membela Berau,” jelasnya.

Menurut Sony, salah satu keuntungan besar dari turnamen tersebut adalah terbukanya kesempatan bagi PSSI Berau untuk menjangkau pemain-pemain yang selama ini belum terpantau.

Sebab, tidak semua talenta sepak bola berada di pusat kota atau telah bergabung dengan klub maupun sekolah sepak bola.

Dengan melibatkan seluruh kecamatan, PSSI Berau dapat melihat langsung potensi pemain dari berbagai kampung yang selama ini belum tersentuh pembinaan secara maksimal. 

“Banyak atlet asli Berau yang ternyata memiliki skill dan kemampuan yang bagus. Selama ini mungkin belum terpantau karena mereka berada di kampung-kampung. Dengan adanya Bupati Cup, kami bisa melihat langsung potensi tersebut,” katanya.

Ia menegaskan, proses penjaringan tidak hanya melihat nama besar pemain maupun asal klub. PSSI Berau akan melakukan seleksi berdasarkan usia yang memenuhi persyaratan serta kemampuan dan performa pemain selama mengikuti turnamen.

Pemain yang dinilai memiliki kemampuan dan potensi sesuai kebutuhan tim akan menjadi bahan pertimbangan untuk mengikuti proses seleksi lebih lanjut menuju Porprov. 

“Kami akan mencari pemain yang usianya memenuhi ketentuan dan tentunya memiliki skill serta kemampuan yang baik. Mereka nantinya bisa menjadi bagian dari tim yang membela Kabupaten Berau,” tuturnya.

Sony berharap Bupati Cup tidak berhenti sebagai agenda tahunan semata. Lebih dari itu, turnamen tersebut diharapkan mampu menjadi bagian dari proses pembinaan sepak bola Berau secara berkelanjutan.

Sebab, menurutnya, potensi sepak bola di daerah masih sangat besar. Dengan kompetisi yang rutin serta sistem pembinaan dan pemantauan yang lebih luas, pemain-pemain potensial dari berbagai kampung dapat memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.

“Harapan kami, dari kegiatan ini semakin banyak muncul pemain-pemain asli Berau yang nantinya bisa kita bina dan menjadi kekuatan sepak bola Berau ke depan,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu tim yang kembali menjadi sorotan dalam Bupati Cup tahun ini adalah Kecamatan Pulau Derawan. Sebagai juara bertahan, tim tersebut kembali membawa ambisi untuk mempertahankan prestasi yang telah diraih pada gelaran sebelumnya.

Manager Kecamatan Pulau Derawan, Arnel Panimpa, menyambut positif pelaksanaan Bupati Cup. Menurutnya, turnamen tersebut memberikan kesempatan yang sangat baik bagi para pemain dari kampung maupun kecamatan untuk menunjukkan kemampuan mereka di tingkat Kabupaten Berau. 

“Menurut kami kegiatan Bupati Cup ini sangat baik. Ini menjadi wadah bagi para atlet untuk menunjukkan kemampuan yang mereka miliki, baik dari kampung maupun kecamatan,” ungkapnya.

Arnel mengatakan, kesempatan bertanding dalam kompetisi seperti Bupati Cup sangat penting bagi pemain daerah.

Selain menambah pengalaman bertanding, turnamen tersebut juga membuka peluang bagi pemain-pemain potensial untuk mendapatkan perhatian dan kesempatan lebih besar dalam karier sepak bola mereka. 

Terlebih, Kecamatan Pulau Derawan datang dengan status sebagai juara bertahan. Karena itu, pihaknya bertekad memberikan penampilan terbaik dan kembali bersaing untuk mempertahankan gelar tersebut.

“Pulau Derawan merupakan juara bertahan. Tentunya kami ingin memberikan yang terbaik dalam pertandingan tahun ini,” katanya.

Di sisi lain, Arnel menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung keikutsertaan tim Kecamatan Pulau Derawan.

Dukungan tersebut datang dari sejumlah sponsor, perusahaan maupun pihak ketiga yang turut membantu kebutuhan tim selama mengikuti turnamen. 

“Terima kasih kepada seluruh sponsor, baik perusahaan maupun pihak ketiga yang sudah memberikan bantuan dan dukungan. Berkat dukungan tersebut, tim Kecamatan Pulau Derawan bisa mengikuti Bupati Cup,” pungkasnya. (aky/hmd)

Editor : Nurismi
PSSI Berau atlet bupati cup