Kepastian Anggaran Belum Jelas, Kontingen Kabupaten Berau Ancam Batal Tampil di Porprov Kaltim

Nurismi • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 17:40 WIB
RAPAT KOORDINASI: KONI Berau bersama para ketua cabor saat melakukan koordinasi terkait masalah anggaran porprov. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)
RAPAT KOORDINASI: KONI Berau bersama para ketua cabor saat melakukan koordinasi terkait masalah anggaran porprov. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)

BERAU POST – Persiapan kontingen Kabupaten Berau, menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur (Kaltim) 2026 di Kabupaten Paser, kembali dihadapkan pada persoalan anggaran.

Hingga kini, kepastian dukungan pembiayaan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau dinilai belum jelas. Kondisi tersebut bahkan memunculkan sikap tegas dari sejumlah cabang olahraga (cabor) yang tergabung dalam kontingen Berau.

Jika tidak ada kepastian anggaran dalam waktu dekat, kontingen Berau menyatakan siap mengambil keputusan untuk tidak berpartisipasi dalam ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.

Persoalan ini menjadi salah satu pembahasan utama dalam rapat koordinasi yang digelar Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Berau bersama seluruh cabor calon peserta kontingen Berau, Dalam rapat tersebut, seluruh cabor pada dasarnya masih memiliki komitmen untuk membawa nama Kabupaten Berau di Porprov Kaltim 2026.

Namun, komitmen itu disebut tidak bisa berjalan tanpa adanya dukungan pembiayaan yang jelas dari pemerintah daerah.

Ketua Umum KONI Berau, Taupan Madjid, mengatakan pihaknya tetap menginginkan kontingen Berau berangkat dan bertanding di Porprov. Namun, kondisi keuangan menjadi persoalan yang tidak bisa diabaikan. 

“Kita prinsipnya ingin mengikuti Porprov karena ini tanggung jawab kita di bidang olahraga. Tetapi, kontingen juga membutuhkan biaya untuk akomodasi, perlengkapan pertandingan dan uang saku,” ujarnya.

Menurutnya, ancaman untuk tidak bertanding bukan keputusan yang diambil secara tiba-tiba. Sejumlah cabor selama ini telah melakukan persiapan, termasuk pemusatan latihan atau training center (TC), dengan kemampuan masing-masing.

Bahkan, kebutuhan persiapan atlet sejauh ini banyak yang masih ditanggung secara mandiri oleh cabor. Di sisi lain, kebutuhan pendukung seperti suplemen dan berbagai perlengkapan latihan juga belum mendapatkan dukungan yang memadai. 

“Jangan sampai atlet sudah latihan maksimal, tetapi pada akhirnya tidak dihargai. Selama ini TC juga dilakukan secara mandiri, dan tidak ada bantuan suplemen,” ungkapnya.

Taupan menegaskan, apabila hingga mendekati pelaksanaan Porprov tidak terdapat kepastian mengenai anggaran, seluruh cabor yang tergabung dalam kontingen Berau telah menyatakan sikap untuk mempertimbangkan tidak berpartisipasi. 

“Kalau anggarannya tidak jelas, kontingen Berau memutuskan batal bertanding dan tidak berpartisipasi di Porprov,” tegasnya.

Untuk mencari jalan keluar dari persoalan tersebut, KONI bersama cabor berencana membawa persoalan anggaran ini ke DPRD Berau melalui rapat dengar pendapat (RDP).

Dalam forum tersebut, mereka berharap Bupati Berau maupun Sekretaris Daerah (Sekda) Berau yang juga menjadi ketua kontingen, serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dapat hadir. 

Kehadiran pemerintah daerah dinilai penting agar persoalan pembiayaan kontingen dapat dibahas secara terbuka sekaligus menghasilkan kepastian. 

“Kami akan meminta hearing dengan DPRD Berau. Kepala daerah, Sekda Berau dan OPD terkait harapannya juga hadir,” katanya.

Bagi KONI, kepastian anggaran menjadi hal penting karena waktu menuju pelaksanaan Porprov semakin dekat. Tanpa kepastian pembiayaan, cabor akan kesulitan menyusun program persiapan secara maksimal.

Selain persoalan biaya keberangkatan dan kebutuhan selama pertandingan, KONI Berau juga meminta pemerintah daerah memberikan kepastian mengenai bonus bagi atlet yang berhasil meraih medali.

Tidak hanya atlet, bonus juga diharapkan diberikan kepada pelatih dan official yang turut berperan dalam proses pembinaan serta perjuangan kontingen di arena pertandingan. 

“Bonus juga diberikan kepada pelatih dan official, dengan besaran paling tidak setara dengan bonus pada Porprov 2022 lalu,” paparnya.

Taupan berharap persoalan anggaran segera mendapatkan solusi sehingga polemik tersebut tidak mengganggu persiapan atlet Berau.

Menurutnya, atlet saat ini seharusnya dapat memusatkan perhatian pada latihan dan persiapan pertandingan.

Terlebih, target yang dibebankan kepada para atlet bukan sekadar hadir dan bertanding, tetapi membawa nama baik Kabupaten Berau melalui prestasi.

Karena itu, ia meminta seluruh cabor tetap menjaga kekompakan sambil menunggu kepastian dari pemerintah daerah. 

“Kami berharap ada solusi yang jelas terhadap persoalan ini. Saya juga mengimbau seluruh cabor tetap solid, dan mudah-mudahan dalam waktu dekat Pemkab Berau memberikan kejelasan anggaran,” ujarnya.

Ia menambahkan, dukungan pemerintah daerah sangat dibutuhkan agar seluruh rangkaian persiapan yang telah dilakukan para atlet tidak sia-sia. 

“Ini membawa nama baik daerah. Karena itu, kami berharap Pemkab Berau bisa memberikan solusi terbaik agar atlet dan cabor bisa fokus mempersiapkan diri,” pungkasnya. (aky/hmd)

Editor : Nurismi
anggaran KONI Berau Porprov Kaltim pemkab berau