BERAU POST – Antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), di Kabupaten Berau, mendapat perhatian jajaran Polres Berau.
Untuk mencegah antrean mengganggu kelancaran arus lalu lintas dan memicu gangguan keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas), Satuan Samapta Polres Berau menyiagakan personel di sejumlah SPBU.
Langkah tersebut dilakukan melalui plotting atau penempatan personel di titik-titik yang dinilai rawan terjadi penumpukan kendaraan.
Kasi Humas Polres Berau AKP Suradi mengatakan, penempatan personel merupakan langkah responsif kepolisian menyikapi kondisi antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU.
Selain memastikan situasi tetap aman, kehadiran petugas juga diharapkan mampu mencegah antrean kendaraan meluber hingga badan jalan dan mengganggu pengguna jalan lainnya.
“Personel Sat Samapta dikerahkan dan disebar di seluruh SPBU yang tersebar di wilayah hukum tiga kecamatan, yakni Kecamatan Tanjung Redeb, Teluk Bayur, dan Sambaliung,” ujar AKP Suradi Rabu (16/9).
Menurutnya, keberadaan polisi di lapangan tidak hanya sebatas melakukan pengamanan. Personel juga bertugas mengatur kendaraan yang keluar maupun masuk SPBU agar antrean dapat tertata dan tidak menghambat arus lalu lintas di jalan umum.
Petugas juga memberikan imbauan kepada pengendara untuk tetap tertib selama mengantre, tidak mengambil jalur yang dapat membahayakan pengguna jalan lain, serta mengikuti arahan petugas di lapangan.
“Ini juga menjadi perhatian atas keluhan masyarakat atau pengguna jalan yang meras terganggu akibat adanya antrean di SPBU yang menganggu pengguna jalan,” tuturnya.
AKP Suradi menegaskan, kepolisian berupaya agar aktivitas masyarakat dalam mendapatkan BBM tetap berjalan aman tanpa menimbulkan persoalan baru di jalan raya.
Pasalnya, antrean kendaraan yang terlalu panjang dan tidak tertata berpotensi menimbulkan perlambatan arus lalu lintas, terutama apabila kendaraan yang mengantre menggunakan sebagian badan jalan.
“Karena itu, personel ditempatkan pada titik-titik yang membutuhkan pengaturan untuk memastikan jalur keluar-masuk SPBU tetap terkendali,” katanya.
Selain persoalan lalu lintas, pengamanan juga dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan munculnya gangguan kamtibmas.
Petugas turut memantau situasi di sekitar SPBU guna mencegah potensi gesekan antar-pengendara maupun aktivitas yang berkaitan dengan penyalahgunaan dan penimbunan BBM.
“Kami ingin memastikan aktivitas masyarakat di SPBU berjalan tertib dan aman. Pengaturan arus lalu lintas juga dilakukan agar antrean kendaraan tidak sampai mengganggu kelancaran pengguna jalan lainnya,” jelasnya.
Ia menambahkan, kepolisian akan terus melakukan pemantauan terhadap situasi di sejumlah SPBU. Penempatan personel akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan, khususnya pada lokasi yang mengalami antrean panjang dan berpotensi menimbulkan gangguan lalu lintas.
“Masyarakat yang berada di SPBU juga kami imbau untuk bersama-sama menjaga ketertiban. Pengendara diminta tidak saling menyerobot antrean serta mengikuti ketentuan yang berlaku selama melakukan pengisian BBM,” tutupnya. (aky/hmd)
Editor : Nurismi