BERAU POST - Usia bukan menjadi penghalang bagi Thamrin, untuk terus menempuh pendidikan. Di tengah kesibukannya sebagai Anggota Komisi I DPRD Berau, ia berhasil menyelesaikan pendidikan pascasarjana di Universitas Muhammadiyah (UM) Berau dan menjalani wisuda pada usia 63 tahun.
Thamrin mengaku mulai melanjutkan pendidikan tinggi setelah memasuki masa pensiun. Namun, karena sejumlah pertimbangan, rencana tersebut baru dapat direalisasikan ketika dirinya berusia 61 tahun.
“Saya masuk kuliah saat usia 61 tahun,” katanya Kamis (10/9).
Selama menempuh pendidikan, Thamrin menyelesaikan perkuliahan dalam empat semester. Baginya, keputusan kembali ke bangku kuliah bukan sekadar untuk memperoleh gelar akademik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperbarui pengetahuan yang terus berkembang.
Menurutnya, perkembangan ilmu pengetahuan membuat pendidikan tetap relevan ditempuh kapan pun, termasuk bagi seseorang yang telah memasuki usia lanjut.
“Pendidikan itu sesuatu yang tidak dibatasi usia,” ujarnya.
Ia menyadari ilmu yang diperoleh puluhan tahun lalu tidak lagi sepenuhnya sama dengan perkembangan pengetahuan saat ini. Karena itu, proses belajar harus terus dilakukan agar seseorang dapat mengikuti perubahan zaman.
“Ilmu yang saya dapat 40 tahun lalu tidak sama dengan hari ini,” terangnya.
Thamrin juga menjadikan pengalamannya tersebut sebagai contoh bagi anak dan cucunya. Ia ingin menunjukkan bahwa semangat belajar seharusnya tidak berhenti hanya karena faktor usia.
“Saya yang sudah tua terus sekolah agar mereka semangat sekolah,” katanya.
Keberadaan program pascasarjana di UM Berau juga dinilai memberikan kemudahan bagi masyarakat Berau. Jika sebelumnya masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi harus keluar daerah, kini pilihan tersebut tersedia di daerah sendiri.
“Dulu harus keluar, sekarang sudah dekat,” ungkapnya.
Sebagai Anggota Komisi I DPRD Berau yang salah satu bidang tugasnya bersinggungan dengan pendidikan, Thamrin berharap akses pendidikan tinggi di Berau terus berkembang.
Menurutnya, keberadaan program pascasarjana S2 perlu dipertahankan sekaligus dikembangkan agar semakin banyak masyarakat yang dapat melanjutkan pendidikan tanpa harus meninggalkan daerah.
“Kelas pascasarjana S2 yang ada harus bisa bertahan,” tegasnya.
Ia juga mendorong pengembangan fakultas dan program pendidikan lainnya. Bahkan, dalam jangka panjang, ia berharap UM Berau dapat membuka program doktoral.
“Harapannya ke depan bisa membuka kelas program doktoral,” ujarnya.
Menurut Thamrin, semakin lengkap pilihan pendidikan tinggi di Berau akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Ia pun mengajak para wisudawan sarjana untuk tidak berhenti belajar dan mempertimbangkan melanjutkan pendidikan ke jenjang pascasarjana.
“Wisudawan hari ini mudah-mudahan bisa lanjut pascasarjana,” harapnya.
Baginya, pendidikan tinggi yang tersedia di Berau bukan hanya mempermudah akses masyarakat, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia daerah. (sen/hmd)
Editor : Nurismi