BERAU POST – Polemik jumlah cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur 2026, akhirnya menemui titik terang.
Sebanyak 64 cabor dipastikan tetap memiliki kesempatan untuk bertanding, meski lima di antaranya harus mengikuti pertandingan dengan skema pembiayaan mandiri.
Lima cabor yang sebelumnya tidak masuk dalam usulan pertandingan tersebut yakni Korfball Indoor, Ski Air, Barongsai, Pentanque, dan Woodball.
Kelima cabor tersebut tetap diperbolehkan ambil bagian dalam ajang olahraga tingkat provinsi itu, namun kebutuhan pembiayaannya menjadi tanggung jawab masing-masing.
Keputusan tersebut mendapat sambutan positif dari Ketua KONI Berau, Taupan Madjid. Menurutnya, keputusan KONI Kalimantan Timur untuk tetap memberikan ruang kepada lima cabor tersebut merupakan langkah yang patut diapresiasi.
Taupan menilai, kesempatan bertanding tetap penting bagi para atlet karena Porprov menjadi salah satu ajang untuk mengukur kemampuan sekaligus menjaga semangat pembinaan olahraga di daerah.
“Kami mendukung keputusan tersebut. Ini merupakan keputusan yang baik karena lima cabor yang sebelumnya tidak masuk dalam usulan tetap diberikan kesempatan untuk bertanding,” ujarnya.
Sehingga dengan adanya hal ini dirinya pun meminta kepada seluruh atlet yang ada di Kabupaten Berau pun untuk tetap terus berlatih dan mempersiapkan diri dan berikan hasil yang maksimal.
“Karena sudah saya tegaskan target kita menang, sehingga saya selalu meminta kepada seluruh atlet untuk terus konsisten latihan dan berikan hasil yang baik untuk Kabupaten Berau,” tutupnya.
Dikutip dari Kaltimpost. Ketua KONI Kaltim Anderiy Syachrum menjelaskan, pada awalnya Panitia Besar Porprov mengusulkan sebanyak 59 cabor untuk dipertandingkan. Namun, KONI Kaltim tetap berupaya agar lima cabor lainnya juga tidak kehilangan kesempatan untuk tampil.
“Dari Panitia Besar Porprov memang mengusulkan 59 cabor, dan lima cabor itu tidak masuk dalam usulan mereka. Cuma kami dari KONI tetap berupaya agar ke-64 cabor itu bisa bertanding semua,” kata Anderiy.
Menurutnya, kesediaan lima cabor untuk tetap mengikuti Porprov meski harus menggunakan biaya mandiri menunjukkan besarnya komitmen insan olahraga untuk berpartisipasi dalam pesta olahraga terbesar di tingkat provinsi tersebut.
Ia pun mengapresiasi sikap para pengurus cabor yang tetap memilih bertanding dan tidak menjadikan persoalan pembiayaan sebagai alasan untuk mundur dari kompetisi.
“Alhamdulillah, dengan kebesaran hati kawan-kawan, mereka tetap ikut bertanding meskipun dengan biaya sendiri. Dan itu sangat-sangat luar biasa,” tuturnya.
Meski demikian, KONI Kaltim masih berupaya mencari solusi agar beban pembiayaan yang ditanggung kelima cabor tersebut tidak sepenuhnya menjadi tanggungan masing-masing.
Salah satu komponen yang masih diperjuangkan adalah honor perangkat pertandingan. Anderiy menjelaskan, dalam skema awal pelaksanaan Porprov dengan 64 cabor, honor perangkat pertandingan memang telah masuk dalam perencanaan pembiayaan.
Karena lima cabor akhirnya tetap dipertandingkan dengan skema mandiri, KONI Kaltim berharap komponen tersebut tetap dapat diberikan.
“Kita mau di 59 cabor yang bertanding, ditambah lima yang mandiri, nah itu untuk honor perangkat itu juga mudah-mudahan bisa ditanggung semua. Itu masih kita upayakan,” jelasnya. (aky/hmd)
Editor : Nurismi