BERAU POST – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Berau. Kali ini, api membakar lahan di Jalan Poros Labanan–Segah, RT 06, Kampung Labanan Makarti, Kecamatan Teluk Bayur, Jumat (21/8) sekitar pukul 13.00 Wita.
Mendapat laporan adanya kebakaran, Babinsa Koramil 0902-04/Tanjung Redeb bersama aparat gabungan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.
Langkah cepat tersebut dilakukan untuk mencegah api meluas, terlebih kondisi semak belukar yang kering dan hembusan angin cukup kencang.
Pemadaman melibatkan delapan personel Koramil, lima personel Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkarmat), empat personel Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Berau Barat, tiga personel Manggala Agni, serta 10 personel Masyarakat Peduli Api (MPA).
Danramil 0902-04/Trd Kapten Arm Rahadian MTD mengatakan, proses pemadaman juga mendapat dukungan satu unit mobil pemadam kebakaran. Seluruh personel bekerja bersama untuk melokalisasi titik api sekaligus memastikan kobaran tidak merambat ke kawasan lainnya.
“Tim gabungan langsung melakukan pemadaman untuk mencegah api meluas. Kondisi lahan yang kering ditambah angin cukup kencang membuat api berpotensi cepat merambat,” ujarnya.
Berdasarkan informasi awal di lapangan, kebakaran diduga bermula dari aktivitas pembakaran yang dilakukan warga. Namun, api kemudian ditinggalkan hingga merambat ke semak-semak kering di sekitarnya.
Tiupan angin membuat kobaran api semakin mudah menyebar. Peristiwa tersebut menjadi perhatian serius karena karhutla masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Berau.
Selain Labanan Makarti, sedikitnya lima titik karhutla lainnya juga terpantau, yakni di Merapun, Kecamatan Kelay, Tumbit Dayak dan Pilanjau, Kecamatan Sambaliung, Kasai, Kecamatan Tanjung Batu, serta Gunung Sari, Kecamatan Segah.
“Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ancaman karhutla masih perlu diwaspadai, terutama di tengah kondisi lahan dan vegetasi yang relatif kering. Peran masyarakat menjadi penting dalam mencegah munculnya titik api baru, khususnya dengan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan,” katanya.
Setelah berjibaku melakukan pemadaman, tim gabungan akhirnya berhasil menangani kebakaran di Labanan Makarti. Situasi di lokasi dinyatakan aman dan terkendali.
“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api. Upaya pencegahan dinilai jauh lebih efektif untuk menghindari kebakaran meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar terhadap lingkungan maupun aktivitas masyarakat,” tutupnya (aky)
Editor : Nurismi