BERAU POST – Komando Distrik Militer (Kodim) 0902/Berau memperkuat sinergi dengan insan pers melalui kegiatan Coffee Morning yang digelar di Aula Kodim 0902/Berau, Jumat (21/8).
Pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang komunikasi dan dialog antara jajaran TNI dengan awak media.
Berbagai isu terkait tugas teritorial, program strategis pemerintah, hingga persoalan yang dihadapi masyarakat Berau turut dibahas dalam suasana santai dan terbuka.
Komandan Kodim (Dandim) 0902/Berau Letkol Inf. Muhammad Faisal Idris mengatakan, keterlibatan media sangat penting dalam menyampaikan berbagai informasi mengenai kegiatan dan program TNI kepada masyarakat.
Menurutnya, komunikasi yang baik dengan insan pers diperlukan agar berbagai kegiatan yang dilaksanakan TNI di lapangan dapat diketahui masyarakat secara utuh.
“Sengaja kita kumpulkan insan pers untuk sharing dan berdialog terkait hal-hal yang berhubungan dengan tugas TNI, khususnya dalam rangka mendukung Program Strategis Nasional,” ujarnya.
Faisal menjelaskan, tugas TNI tidak semata-mata berkaitan dengan pertahanan maupun operasi pertempuran. Dalam konteks tugas teritorial, personel TNI juga dituntut untuk hadir di tengah masyarakat dan ikut membantu menyelesaikan berbagai persoalan di wilayah.
“Memang tugas kita bertempur, tetapi di sisi lain tugas kita adalah hadir untuk masyarakat. Itu bagian dari tugas teritorial,” katanya.
Kehadiran TNI di tengah masyarakat, lanjut dia, diwujudkan melalui berbagai program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar warga.
Kodim 0902/Berau juga terus membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah maupun sejumlah kementerian untuk mendukung program pembangunan di daerah. Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah pertanian.
TNI turut berperan dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian, termasuk melalui program cetak sawah serta pendampingan kepada kelompok tani.
Selain sektor pertanian, Kodim 0902/Berau juga terlibat dalam pendampingan dan pengawalan program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang diharapkan dapat memperkuat perekonomian masyarakat di tingkat kampung.
“Untuk program-program tersebut, kita berkolaborasi dengan kementerian dan pemerintah daerah. Prinsipnya bagaimana program yang ada bisa memberikan manfaat dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” jelasnya.
Persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Berau juga menjadi perhatian serius Kodim 0902/Berau.
Faisal mengatakan, TNI turut terlibat dalam penanganan karhutla bersama unsur terkait. Personel di lapangan membantu upaya pemadaman sekaligus melakukan pemantauan untuk mencegah kebakaran meluas.
“Penanganan karhutla membutuhkan kerja sama lintas sektor. Sebab, kondisi geografis dan cuaca dapat menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemadaman maupun pencegahan,” katanya.
Tidak hanya menangani persoalan kebencanaan dan mendukung sektor pertanian, Kodim 0902/Berau juga menjalankan sejumlah program pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Faisal mengungkapkan, saat ini enam jembatan dengan panjang sekitar 5–6 meter telah dibangun menggunakan konstruksi gorong-gorong. Infrastruktur tersebut dibangun dengan mempertimbangkan kebutuhan dan manfaatnya bagi masyarakat.
“Berikutnya akan ada 13 titik jembatan beton yang kita bangun. Itu pun kita lakukan berdasarkan manfaat dan kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
Pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan dapat membuka maupun memperlancar akses masyarakat, terutama di wilayah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan sarana penghubung.
Selain jembatan, Kodim juga tengah melakukan pemetaan terhadap tujuh titik yang dinilai memiliki potensi sebagai sumber air.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya membantu masyarakat mendapatkan akses air, khususnya di wilayah yang berpotensi mengalami keterbatasan sumber air.
“Kami juga memetakan tujuh titik yang berpotensi menjadi akses sumber air. Ini bagian dari upaya kami membantu memastikan masyarakat Berau tidak mengalami kesulitan mendapatkan air,” tuturnya.
Di sektor ketahanan pangan, Kodim 0902/Berau juga terus mengambil bagian melalui program cetak sawah. Dalam program tersebut, TNI berperan pada tahap penyiapan dan pembukaan lahan.
Setelah lahan siap digunakan, pengelolaan selanjutnya akan diserahkan kepada kelompok tani agar dapat dimanfaatkan dan dikembangkan secara berkelanjutan.
“Kami juga bergerak pada program cetak sawah. TNI berperan dalam tahap penyiapan lahan. Setelah proses tersebut selesai, pengelolaannya akan diserahkan kepada kelompok tani agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat,” pungkasnya (aky)
Editor : Nurismi