BERAU POST – Mengantisipasi potensi kebakaran yang meluas di tengah kondisi cuaca kering, Polres Berau bersama seluruh Polsek jajaran menyiapkan sekitar 500 personel untuk membantu penanganan karhutla di berbagai wilayah.
Kesiapsiagaan tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian memperkuat respons di lapangan sekaligus mendorong pencegahan sejak dini.
Sebab, ketika kebakaran sudah meluas, proses pemadaman akan membutuhkan waktu, tenaga, serta sumber daya yang jauh lebih besar.
Wakapolres Berau, Kompol Noor Dhianto, mengatakan penanganan karhutla tidak bisa dilakukan oleh satu instansi saja. Dibutuhkan koordinasi dan sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, TNI, petugas pemadam kebakaran, BPBD, serta masyarakat.
“Kami memperbantukan kurang lebih 500 personel untuk penanganan karhutla,” jelasnya kepada awak media ini.
Menurutnya, kesiapan personel menjadi penting mengingat kondisi cuaca saat ini cukup berisiko memicu terjadinya kebakaran.
Fenomena El Nino yang berdampak pada meningkatnya suhu dan kondisi kemarau membuat vegetasi di sejumlah wilayah menjadi lebih kering.
Kondisi tersebut menyebabkan lahan dan semak belukar lebih mudah terbakar. Api yang awalnya muncul dari titik kecil juga berpotensi cepat membesar dan menyebar apabila tidak segera ditangani.
“Fenomena El Nino membuat kondisi vegetasi menjadi sangat kering dan rentan terbakar. Dan ini yang terjadi sekarang,” ujarnya.
Karena itu, Noor meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan dengan alasan apa pun, termasuk untuk membuka lahan pertanian maupun perkebunan.
Menurutnya, kebiasaan membakar lahan di tengah kondisi kering dapat meningkatkan risiko kebakaran yang sulit dikendalikan.
“Saat ini kondisi Berau sedang dalam ancaman karhutla di mana-mana. Kami minta petani jangan membakar lahan untuk bertani atau berkebun,” tegasnya.
Ia menambahkan, upaya pencegahan harus menjadi prioritas. Masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga wilayah masing-masing dengan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Selain itu, warga diminta segera melapor apabila menemukan kepulan asap, titik api, maupun aktivitas pembakaran lahan.
Informasi yang disampaikan sejak awal dinilai dapat membantu petugas melakukan penanganan sebelum api semakin meluas.
“Langkah pencegahan dini dan kesadaran bersama adalah kunci agar wilayah Kalimantan Timur bebas dari ancaman karhutla,” katanya.
Polres Berau memastikan kesiapan personel tidak hanya difokuskan pada saat terjadi kebakaran. Jajaran di tingkat Polsek juga diharapkan aktif melakukan pemantauan wilayah, memberikan edukasi kepada masyarakat, serta memperkuat koordinasi dengan unsur terkait.
Dengan dukungan sekitar 500 personel, kepolisian memastikan siap diperbantukan apabila terjadi kebakaran hutan maupun lahan di sejumlah wilayah Kabupaten Berau.
“Semoga kesiapsiagaan ini dapat mempercepat respons di lapangan, sekaligus mencegah kebakaran meluas,” pungkasnya. (aky/hmd)
Editor : Nurismi