Dorong Transisi Ekonomi Daerah, Bupati Sri Juniarsih Soroti Peningkatan SDM Pariwisata Berau

Nurismi • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:10 WIB
ILUSTRASI: Penguatan SDM menjadi salah satu fokus dalam pengembangan pariwisata, salah satunya untuk mengoptimalkan potensi ekowisata pedalaman. (IZZA/BP)
ILUSTRASI: Penguatan SDM menjadi salah satu fokus dalam pengembangan pariwisata, salah satunya untuk mengoptimalkan potensi ekowisata pedalaman. (IZZA/BP)

BERAU POST – Bupati Berau Sri Juniarsih menyoroti pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM) dalam pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Berau.

Potensi wisata yang dimiliki daerah tidak cukup hanya dipromosikan, tetapi juga harus didukung kemampuan pengelola dan pelaku wisata di lapangan.

Dikatakan, penguatan promosi pariwisata harus dibarengi dengan ide-ide kreatif dan terobosan yang mampu memperkenalkan lebih luas potensi wisata yang dimiliki Berau.

Menurutnya, promosi tidak dapat berdiri sendiri. Pemerintah daerah juga harus memastikan kesiapan infrastruktur, konektivitas, amenitas, sumber daya manusia (SDM), pelayanan, kebersihan, keamanan hingga pengalaman wisata yang diberikan kepada para pengunjung.

“Sebagai upaya bertransisi dari tambang kepada pariwisata, saya ingin menggencarkan promosi. Dan menggencarkan promosi ini dibutuhkan ide-ide yang brilian,” ujar Sri Juniarsih.

Ia menegaskan, standar pelayanan pariwisata di Berau juga harus terus ditingkatkan. Hal itu menjadi pekerjaan bersama yang membutuhkan koordinasi kuat antarpihak, terutama organisasi perangkat daerah (OPD) yang berkaitan dengan pengembangan sektor pariwisata.

“Standar pelayanan itu pun kita harus naik kelas. Oleh karena itu, sekali lagi, perkuat koordinasi. Karena tentu proyek yang besar ini tidak bisa kita lakukan sendiri,” tegasnya.

Ia menyebut dirinya akan terus melakukan evaluasi terhadap kinerja perangkat daerah dalam menjalankan program di lapangan.

Sebagai kepala daerah, ia mengaku akan aktif berdiskusi dan meminta penjelasan terkait berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaan program.

Selain memperkuat destinasi yang telah dikenal luas, Pemkab Berau juga ingin mengembangkan potensi wisata alam dan ekowisata di kawasan pedalaman. “Potensi tersebut tersebar di wilayah kampung dan kelurahan yang ada di Berau,” ucapnya. 

Dari 100 kampung dan 10 kelurahan, semuanya memiliki potensi pariwisata yang sangat luar biasa. Potensi tersebut perlu dikelola secara serius agar mampu menjadi bagian dari kekuatan pariwisata Berau.

Dalam pengembangan wisata pedalaman, penguatan SDM menjadi salah satu faktor penting. Pasalnya, SDM merupakan penentu dalam mengelola sumber daya alam (SDA) yang dimiliki daerah.

Ia mencontohkan kawasan karst Merabu dan Hutan Lindung Lesan yang memiliki kekayaan ekologis sekaligus nilai sejarah penting. Pengembangan kawasan tersebut juga perlu dikaitkan dengan Geopark Sangkulirang Mangkalihat.

Dengan pengembangan yang terarah, Berau diharapkan memiliki narasi pariwisata yang semakin kuat dan memiliki karakter berbeda.

Pariwisata Berau tidak hanya bertumpu pada destinasi bahari seperti Pulau Derawan dan Maratua, tetapi juga mampu memperkenalkan kekayaan ekowisata pedalaman.

“Sehingga Berau memiliki narasi pariwisata yang semakin kuat dan berbeda. Dan Berau tidak hanya dikenal dengan Derawan dan Maratua saja. Tapi juga ekowisata pedalaman yang sangat luar biasa,” ungkapnya.

Untuk mendukung hal tersebut, peningkatan kapasitas SDM pariwisata menjadi perhatian penting. Ke depan, dirinya mendorong adanya pelatihan public speaking maupun bahasa asing bagi kelompok sadar wisata (Pokdarwis), pendamping-pendamping wisata, maupun pelaku pariwisata lainnya.

Dengan kemampuan komunikasi yang lebih baik, para pelaku wisata diharapkan dapat memberikan pelayanan sekaligus informasi kepada wisatawan secara lebih maksimal.

“Ke depan harus ada pelatihan public speaking untuk Pokdarwis, para pendamping-pendamping wisata atau pelatihan bahasa asing supaya tamu yang datang mudah dalam berkomunikasi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Yudha Budisantosa mengatakan, pariwisata telah ditetapkan sebagai sektor unggulan Kabupaten Berau dan tertuang dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Berau 2025-2029. 

Karena itu, arah pembangunan kepariwisataan perlu terus disesuaikan dengan perkembangan dan kebutuhan daerah.

Pihaknya terus mematangkan revisi Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (Ripparda) sebagai pijakan arah pembangunan pariwisata Berau ke depan.

“Penyusunan ini revisi. Karena dalam perjalanannya mengalami dinamika perubahan sehingga menuntut kita melakukan penyesuaian regulasi,” katanya.

revisi Ripparda menjadi penting untuk mengakomodasi berbagai perubahan dalam pembangunan pariwisata, terutama menuju konsep pariwisata berkelanjutan.

Penyusunannya juga diintegrasikan dengan arah pengembangan di tingkat provinsi, termasuk yang berkaitan dengan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat.

Pihaknya berharap seluruh pihak memiliki arah dan komitmen yang sama dalam mendorong pengembangan pariwisata yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Berau sebagai daerah dengan sektor pariwisata unggulan. (aja/hmd)

Editor : Nurismi
peningkatan sdm pokdarwis pemkab berau public speaking