BERAU POST – Pemerintah Kelurahan Karang Ambun, terus mendorong pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan yang tidak hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan dan perekonomian keluarga. Salah satunya melalui pelatihan kerajinan tangan berbahan barang bekas bagi warga.
Lurah Karang Ambun, Muliana, mengatakan pelatihan tersebut menjadi salah satu upaya mengajak masyarakat melihat barang bekas dari sudut pandang berbeda.
Barang yang selama ini dianggap sebagai sampah, menurutnya, masih dapat dimanfaatkan dan diolah menjadi produk yang memiliki fungsi sekaligus nilai jual.
“Barang bekas jangan hanya dilihat sebagai sampah, tetapi sebagai peluang,” ujar Muliana.
Dalam pelatihan tersebut, warga diajarkan mengolah berbagai barang yang sudah tidak terpakai menjadi beragam kerajinan. Di antaranya tas, taplak meja, toples, tempat tisu, tatakan toples hingga wadah penyimpanan.
Selain menghasilkan produk kreatif, kegiatan itu juga diarahkan untuk menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap persoalan lingkungan.
Menurut Muliana, pengelolaan sampah tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan bersih-bersih lingkungan.
Masyarakat juga perlu membangun kebiasaan untuk mengurangi sampah dan menggunakan kembali barang yang masih memiliki manfaat. Dengan demikian, penanganan persoalan sampah dapat dimulai dari lingkungan paling kecil, yakni keluarga.
“Kesadaran lingkungan harus dimulai dari rumah,” katanya.
Muliana berharap keterampilan yang diperoleh warga tidak berhenti setelah pelatihan selesai. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat dipraktikkan kembali di rumah, dikembangkan menjadi produk lain, serta dibagikan kepada keluarga maupun warga di lingkungan sekitar.
Ia menilai keterampilan sederhana dapat menjadi awal munculnya peluang ekonomi baru. Ketika kreativitas menghasilkan produk, peluang pemasaran pun terbuka dan pada akhirnya dapat memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga.
“Yang kita bangun bukan hanya kerajinannya, tetapi manusianya,” tegasnya.
Ke depan, produk hasil kreativitas warga diharapkan dapat dikembangkan dari sisi kualitas, desain, kemasan hingga pemasaran.
Pemanfaatan media sosial, bazar dan pameran dapat menjadi sarana untuk memperluas pengenalan produk kerajinan masyarakat Karang Ambun.
Muliana mengatakan pemerintah kelurahan akan terus berupaya membuka ruang bagi masyarakat untuk berkembang sesuai potensi yang dimiliki.
Menurutnya, pemberdayaan bukan sekadar memberikan pelatihan, tetapi memastikan ilmu dan keterampilan tersebut dapat terus digunakan setelah kegiatan berakhir.
“Pemerintah hadir membuka jalan dan berjalan bersama masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap gerakan kecil dari pelatihan tersebut dapat berkembang dari satu rumah ke rumah lainnya. Dengan begitu, kepedulian terhadap lingkungan sekaligus semangat pemberdayaan ekonomi dapat tumbuh menjadi kebiasaan dan budaya masyarakat Karang Ambun.
“Dari keterampilan, kita menumbuhkan kemandirian,” pungkasnya. (sen/hmd)
Editor : Nurismi