BERAU POST – Festival Rindu Dumaring (FRD) kembali digelar di Kampung Dumaring, Kecamatan Talisayan. Kegiatan yang mengangkat budaya Suku Dayak Dumaring tersebut berlangsung sejak 8 Agustus dan dijadwalkan berakhir pada 5 September mendatang.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau Yudha Budisantosa mengatakan, rangkaian FRD tahun ini akan ditutup dengan puncak acara berupa kirab budaya dan rangkaian kegiatan lainnya.
Festival tersebut tidak hanya mengangkat kebudayaan, tetapi juga memadukannya dengan isu konservasi lingkungan dan ekonomi kreatif.
Rangkaian kegiatan FRD tahun ini cukup beragam. Salah satunya kirab budaya yang akan menjadi puncak pelaksanaan festival pada 5 September.
“Konsep FRD tahun ini mengusung festival budaya berbasis masyarakat adat dengan tema Menyulam Rindu, Menyemai Warisan,” katanya, Senin (10/8).
Dijelaskan, FRD menjadi salah satu ruang bagi masyarakat untuk merayakan sekaligus mengungkapkan rasa syukur atas karunia Tuhan berupa alam beserta segala isinya.
Di sisi lain, kegiatan ini juga mengangkat warisan leluhur yang mencakup nilai, norma, seni, serta pengetahuan yang diwariskan secara turun-temurun.
“FRD adalah sebuah event yang berbasis budaya Suku Dayak Dumaring dan berpadu dengan konservasi lingkungan serta ekonomi kreatif,” kata Yudha.
Lanjutnyay, penyelenggaraan FRD juga diarahkan untuk menguatkan dan merawat budaya Dumaring. Tidak hanya sebagai kegiatan tahunan, festival tersebut diharapkan menjadi ruang untuk mempertemukan masyarakat dari berbagai generasi, latar belakang etnis dan agama.
Hubungan masyarakat dengan lingkungan sekitar juga menjadi bagian yang diangkat dalam festival. Alam Dumaring, mulai dari hutan, air, sungai, hewan hingga tumbuhan, menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat setempat.
Pun tahun ini pihaknya mengajak masyarakat untuk kembali menghidupkan seni dan budaya, menjaga tradisi serta menghormati warisan leluhur.
Pun FRD juga membawa pesan untuk menjaga alam serta merawat hubungan antarmanusia dan hubungan manusia dengan lingkunga
Selain itu, terdapat pertunjukan seni dan budaya yang menampilkan berbagai bentuk ekspresi budaya masyarakat.
Festival juga diisi dengan sejumlah lomba permainan tradisional dan kegiatan belajar keterampilan tradisional.
Serta lomba karya seni serta kegiatan fotografi dan videografi. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut dipusatkan di kawasan destinasi wisata Taman Sungai Dumaring.
Pemilihan kawasan tersebut menjadi bagian dari konsep festival yang menggabungkan unsur kebudayaan dengan lingkungan.
Masyarakat maupun pengunjung tidak hanya dapat mengikuti rangkaian kegiatan budaya, tetapi juga berada di kawasan wisata yang menjadi bagian dari lingkungan Dumaring.
Dengan konsep berbasis masyarakat adat, pelaksanaan FRD tahun ini menempatkan budaya dan tradisi masyarakat Dumaring sebagai bagian utama dari rangkaian kegiatan. Nilai-nilai yang terkandung dalam warisan leluhur diangkat melalui seni, keterampilan tradisional, permainan, hingga berbagai kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan. (aja/hmd)
Editor : Nurismi