Tingkatkan Daya Saing Produk Lokal, Pemkab Berau Gelar Pelatihan Desain Kemasan IKM

Nurismi • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 19:10 WIB
TINGKATKAN DAYA SAING: Pemerintah Kabupaten Berau terus mendorong pelaku Industri Kecil Menengah agar mampu meningkatkan daya saing produk, tidak hanya dari sisi kualitas, tetapi juga melalui kemasan yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan pasar. (SENO/BP)
TINGKATKAN DAYA SAING: Pemerintah Kabupaten Berau terus mendorong pelaku Industri Kecil Menengah agar mampu meningkatkan daya saing produk, tidak hanya dari sisi kualitas, tetapi juga melalui kemasan yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan pasar. (SENO/BP)

BERAU POST – Pemerintah Kabupaten Berau terus mendorong pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) agar mampu meningkatkan daya saing produk, tidak hanya dari sisi kualitas, tetapi juga melalui kemasan yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan pasar.

Upaya tersebut dilakukan melalui Pelatihan Desain Kemasan bagi IKM yang digelar Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau selama dua hari, 4-5 Agustus 2026. Kegiatan ini diikuti sebanyak 60 pelaku IKM yang berasal dari empat kecamatan.

Pelatihan tersebut menghadirkan pemateri dari UPT Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang (PSMB) serta praktisi desain kemasan.

Para peserta diberikan pemahaman mengenai strategi menciptakan kemasan yang mampu meningkatkan nilai jual dan memperkuat posisi produk di pasar.

Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, mengatakan kemasan menjadi salah satu faktor penting yang dapat memengaruhi keputusan konsumen dalam membeli sebuah produk. Menurutnya, produk berkualitas perlu didukung tampilan yang menarik agar lebih mudah diterima pasar.

“Sering kali yang pertama dilihat konsumen adalah kemasannya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kemasan tidak hanya berfungsi sebagai pembungkus produk, tetapi juga menjadi identitas usaha, media promosi, sekaligus memberikan nilai tambah bagi produk yang ditawarkan.

Karena itu, pelaku IKM perlu memahami pentingnya desain kemasan yang kreatif, informatif, dan memenuhi standar pasar.

“Kemasan menjadi salah satu kunci keberhasilan pemasaran,” katanya.

Eva berharap pelatihan tersebut dapat mendorong pelaku IKM menghasilkan inovasi baru sehingga produk lokal Berau semakin dikenal dan mampu bersaing, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Ia menambahkan, kegiatan serupa menjadi bagian dari program berkelanjutan Diskoperindag dalam memperkuat sektor IKM.

Sebelumnya, pelatihan desain kemasan juga telah dilaksanakan di Kecamatan Pulau Derawan sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kawasan pesisir dan pariwisata.

Sementara itu, Sekretaris Kabupaten Berau, Muhammad Said, yang membuka kegiatan tersebut menilai penguatan sektor UMKM dan IKM merupakan langkah strategis dalam meningkatkan perekonomian masyarakat.

Menurutnya, Berau memiliki berbagai potensi unggulan, mulai dari sektor perikanan, pertanian, hingga kerajinan yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Namun, potensi tersebut perlu diiringi kemampuan pengolahan dan pemasaran yang lebih baik.

“Produk kita sebenarnya memiliki kualitas yang baik,” ujarnya.

Said menekankan pentingnya hilirisasi agar produk lokal tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi mampu diolah menjadi produk siap jual dengan nilai tambah lebih besar.

Ia optimistis produk-produk asal Berau memiliki peluang pasar yang luas, terutama dengan dukungan promosi melalui pameran serta perkembangan perdagangan digital.

“Yang perlu diperkuat adalah inovasi, kualitas, kemasan, dan strategi pemasaran,” pungkasnya. (sen/hmd)

Editor : Nurismi
Diskoperindag Berau pelatihan ikm