Tingkatkan Pelayanan Dan Keselamatan Wisatawan, KKN UGM Gelar Pelatihan Di Bidukbiduk

Nurismi • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 18:20 WIB
DAMPINGI MASYARAKAT: Mahasiswa KKN PPM UGM 2026 menggelar pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta hospitality bagi pelaku wisata di Kecamatan Bidukbiduk. (SENO/BP)
DAMPINGI MASYARAKAT: Mahasiswa KKN PPM UGM 2026 menggelar pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta hospitality bagi pelaku wisata di Kecamatan Bidukbiduk. (SENO/BP)

BERAU POST – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Bidukbqiduk Berlabuh 2026 menggelar pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta hospitality bagi pelaku wisata di Kecamatan Bidukbiduk.

Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kantor Kecamatan Bidukbiduk pada Minggu (19/7) lalu, menjadi salah satu upaya mendukung peningkatan kualitas sektor pariwisata melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia.

Pelatihan tersebut diikuti pelaku wisata, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), motoris, pengelola homestay, perangkat kampung, aparat kecamatan, hingga masyarakat dari Kampung Bidukbiduk, Giring-Giring, dan Teluk Sulaiman.

Program ini merupakan kolaborasi berbagai program kerja individu mahasiswa KKN yang dipadukan menjadi satu kegiatan terpadu.

Ketua KKN UGM Bidukbiduk Berlabuh 2026, Zulfa Choirunnisa Fathamubina, mengatakan pengembangan destinasi wisata tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam.

Menurutnya, kesiapan masyarakat dalam memberikan pelayanan sekaligus menjamin keselamatan wisatawan juga menjadi faktor penting.

“Pariwisata juga ditentukan kualitas sumber daya manusianya,” ujarnya Senin (3/8). 

Melalui pelatihan tersebut, mahasiswa KKN ingin membekali masyarakat dengan kemampuan menghadapi kondisi darurat sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada wisatawan.

Harapannya, wisatawan yang datang ke Bidukbiduk tidak hanya menikmati panorama alam, tetapi juga memperoleh rasa aman dan pelayanan yang profesional.

“Kami ingin wisatawan merasa aman, nyaman, dan berkesan,” katanya.

Selama pelatihan, peserta menerima berbagai materi yang saling melengkapi. Materi Safe Tourism disampaikan oleh Ni Kadek Mitha Sawitri yang menekankan pentingnya budaya keselamatan di kawasan wisata.

Selanjutnya, Krishna Wahyu Saputra, ia juga membawakan materi hospitality yang membahas pelayanan prima, komunikasi efektif, standar pelayanan wisata, transparansi harga, hingga penanganan keluhan pengunjung.

Sementara itu, aspek kegawatdaruratan diisi Rachel Natasha Tobing melalui pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD), mulai dari penanganan henti jantung, henti napas, hingga prosedur pertolongan pertama.

Lady Hafidza Ramadhany turut memberikan edukasi mengenai penanganan awal korban patah tulang, luka, dan kram yang kerap terjadi saat aktivitas wisata maupun di kawasan pesisir.

Pelatihan juga dilengkapi demonstrasi penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) oleh Rahmat Ramadhani sebagai langkah pencegahan dan penanganan awal kebakaran di kawasan wisata.

Selain itu, Zulfa juga menginisiasi program Waspada Luka Laut. Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh edukasi mengenai jenis-jenis luka akibat aktivitas di laut, cara mencegah infeksi, hingga langkah penanganan awal sebelum korban mendapatkan pelayanan kesehatan. Materi itu disertai pembagian leaflet sebagai panduan praktis bagi masyarakat.

Menurut Zulfa, edukasi tersebut dinilai relevan mengingat sebagian besar masyarakat Biduk-Biduk berprofesi sebagai nelayan maupun pelaku wisata bahari yang memiliki risiko tinggi mengalami cedera saat beraktivitas.

“Harapannya budaya sadar keselamatan semakin tumbuh,” ujarnya.

Melalui sinergi lintas disiplin ilmu yang dibawa mahasiswa KKN-PPM UGM, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas masyarakat dalam aspek keselamatan, kesehatan, dan pelayanan wisata.

Dengan demikian, Biduk-Biduk tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga sebagai destinasi yang aman, ramah, profesional, dan memiliki daya saing pariwisata yang berkelanjutan. (sen/hmd)

Editor : Nurismi
KKN UGM Pelatihan K3 wisatawan