BERAU POST – Anggota dan pembina Ekstrakurikuler Jurnalistik SMP Negeri 6 Tanjung Redeb melakukan kunjungan edukatif ke Kantor Berau Post, Senin (27/7).
Kegiatan tersebut bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada para siswa mengenai proses kerja jurnalistik, mulai dari peliputan di lapangan, penulisan berita, proses penyuntingan, hingga produksi dan percetakan surat kabar.
Dalam kunjungan itu, para peserta tidak hanya mendapat penjelasan mengenai alur kerja redaksi, tetapi juga diajak melihat secara langsung proses produksi koran yang selama ini hanya mereka ketahui melalui teori di sekolah.
Kesempatan tersebut dimanfaatkan siswa untuk berdiskusi dengan wartawan mengenai teknik mencari informasi, melakukan wawancara, hingga menyusun berita yang memenuhi kaidah jurnalistik.
Pembina Ekstrakurikuler Jurnalistik SMP Negeri 6 Tanjung Redeb, Waode Suwilta, mengatakan kunjungan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran agar siswa memahami dunia jurnalistik secara nyata.
“Anak-anak bisa melihat langsung proses percetakan,” ujarnya.
Menurutnya, pengalaman belajar di kantor media memberikan wawasan yang lebih luas dibandingkan hanya mempelajari materi di dalam kelas.
Siswa dapat mengetahui bagaimana sebuah informasi diperoleh, diverifikasi, hingga akhirnya diterbitkan menjadi sebuah berita.
“Di sini mereka belajar bagaimana mendapatkan informasi,” katanya.
Selain itu, para siswa juga diberi kesempatan untuk mengajukan berbagai pertanyaan kepada tim wartawan Berau Post mengenai tantangan profesi jurnalis, etika peliputan, hingga proses penyuntingan berita sebelum diterbitkan.
“Apa yang ingin diketahui bisa langsung ditanyakan,” ucap Waode.
Ia menilai interaksi langsung dengan para praktisi media menjadi pengalaman berharga bagi peserta didik. Dengan begitu, mereka dapat memahami bahwa menghasilkan sebuah berita tidak hanya membutuhkan kemampuan menulis, tetapi juga ketelitian, tanggung jawab, serta menjunjung tinggi prinsip keberimbangan dan akurasi informasi.
Dalam kesempatan tersebut, siswa juga diajak mengenal tahapan produksi koran setelah berita selesai ditulis. Mulai dari proses tata letak halaman, pemeriksaan akhir, hingga mesin percetakan yang menghasilkan ribuan eksemplar surat kabar setiap harinya.
Waode berharap ilmu yang diperoleh selama kunjungan tidak berhenti sebagai pengalaman sesaat, melainkan dapat diterapkan dalam kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik di sekolah.
“Kami berharap mereka bisa menerapkan ilmunya,” tuturnya.
Ia juga berharap para peserta dapat membagikan pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh kepada teman-teman lainnya sehingga manfaat kegiatan dapat dirasakan lebih luas.
“Ilmunya bisa dibagikan kepada peserta didik lain,” katanya.
Menurutnya, pengalaman tersebut juga dapat menjadi bekal bagi siswa yang memiliki minat untuk berkarier di bidang jurnalistik maupun industri media di masa depan.
“Bisa menjadi bekal bagi yang tertarik menjadi wartawan atau tim produksi,” pungkasnya.
Melalui kunjungan tersebut, diharapkan para anggota Ekstrakurikuler Jurnalistik SMP Negeri 6 Tanjung Redeb semakin memahami proses kerja media massa secara menyeluruh.
Pengalaman belajar langsung di lingkungan redaksi menjadi sarana untuk menumbuhkan kemampuan literasi, berpikir kritis, serta keterampilan komunikasi yang akan bermanfaat dalam dunia pendidikan maupun kehidupan sehari-hari. (sen/hmd)
Editor : Nurismi