BERAU POST – Menjelang pelaksanaan puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) tingkat Provinsi Kalimantan Timur yang dipusatkan di Kabupaten Berau, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas bersama Kepala Perwakilan BKKBN Kalimantan Timur, Sunarto, melakukan kunjungan ke Puskesmas Tanjung Redeb dan Puskesmas Kampung Bugis, Rabu (22/7).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memantau secara langsung pelayanan pemasangan alat kontrasepsi yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Harganas.
Selain meninjau pelayanan, rombongan juga memberikan dukungan serta edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya peran keluarga dalam membangun generasi yang berkualitas.
Bupati Berau Sri Juniarsih mengatakan, peringatan Harganas secara nasional diperingati setiap 29 Juni. Namun, puncak peringatan Harganas tingkat Provinsi Kalimantan Timur akan digelar di SM Tower pada Kamis (23/7) dan dijadwalkan dihadiri Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud.
"Bertepatan dengan Hari Keluarga Nasional, kami melakukan kunjungan ke beberapa puskesmas yang saat ini sedang melaksanakan pelayanan pemasangan alat kontrasepsi. Di sini juga hadir Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui BKKBN Kaltim untuk memberikan dukungan dan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya keluarga yang harmonis," ujarnya.
Hari Keluarga Nasional menjadi momentum untuk mengingatkan masyarakat bahwa keluarga memiliki peran penting dalam membentuk kualitas sumber daya manusia.
Ia menegaskan, tanggung jawab membangun keluarga tidak hanya berada di pundak seorang ibu, tetapi juga ayah yang memiliki peran besar dalam pendidikan dan pengasuhan anak.
"Harganas menunjukkan betapa pentingnya sebuah keluarga. Seorang ayah akan ikut menentukan kualitas pendidikan dalam sebuah keluarga," katanya.
Rangkaian kegiatan Harganas di Berau tidak hanya dilakukan melalui kunjungan ke fasilitas kesehatan, tetapi juga dilanjutkan dengan agenda di sekolah serta penyambutan Gubernur Kalimantan Timur.
Pada puncak kegiatan, Kabupaten Berau akan menjadi tuan rumah peringatan Harganas tingkat Provinsi Kalimantan Timur yang dihadiri perwakilan dari 10 kabupaten dan kota.
Sementara itu, Kepala BKKBN Kalimantan Timur Sunarto mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat Berau dalam mengikuti pelayanan keluarga berencana.
Berdasarkan data sementara, di Puskesmas Tanjung Redeb tercatat sebanyak 20 akseptor yang mendaftar untuk mendapatkan pelayanan pemasangan alat kontrasepsi. Sedangkan di Puskesmas Kampung Bugis terdapat 15 calon akseptor yang telah terdaftar.
"Ini menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat di Berau luar biasa. Kami mengapresiasi karena masyarakat mulai menyadari pentingnya mengatur jarak kelahiran," ungkapnya.
Program keluarga berencana bukan bertujuan membatasi jumlah kelahiran, melainkan mengatur jarak kelahiran agar ideal, yakni minimal tiga tahun. Pengaturan jarak kelahiran memiliki pengaruh besar terhadap kualitas pengasuhan anak sekaligus menjadi salah satu upaya mencegah stunting.
"Bukan membatasi kelahiran, tetapi mengatur jarak kelahiran minimal tiga tahun. Ini penting karena akan menentukan kualitas pengasuhan anak, termasuk menjadi salah satu faktor dalam pencegahan stunting," jelasnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Pemkab Berau yang dipercaya menjadi tuan rumah Harganas tingkat Provinsi Kalimantan Timur tahun ini. Penyelenggaraan kegiatan berjalan dengan baik berkat dukungan pemerintah daerah dan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).
Pun pelayanan publik di Kabupaten Berau juga menunjukkan perkembangan yang positif. Menurutnya, salah satu indikator pelayanan yang baik adalah ketika masyarakat yang datang ke unit pelayanan merasa nyaman dan pulang dengan kepuasan.
"Ketika masyarakat datang ke unit pelayanan dan pulang dengan tersenyum, itu menjadi indikator bahwa pelayanan sudah sangat memuaskan. Tinggal bagaimana mempertahankan dan terus meningkatkannya," pungkasnya. (aja/hmd)
Editor : Nurismi