Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Catatan Batiwakkal

Lewat Sentuhan Kreatif Desainer, Batik Khas Berau Kini Sukses Jadi Gaya Hidup Gen Z

Nurismi • Jumat, 17 Juli 2026 | 19:25 WIB
RAGAM MODEL: Produk pakaian dari ragam wastra khas Berau mulai digemari anak-anak muda, kreativitas produsen dalam menciptakan model pakaian menarik perhatian golongan muda. (SENO/BP)
RAGAM MODEL: Produk pakaian dari ragam wastra khas Berau mulai digemari anak-anak muda, kreativitas produsen dalam menciptakan model pakaian menarik perhatian golongan muda. (SENO/BP)

BERAU POST – Perkembangan industri kreatif di Kabupaten Berau menunjukkan tren positif. Tidak hanya mempertahankan nilai budaya, berbagai produk jadi berbahan wastra khas Berau kini mulai diterima oleh kalangan muda.

Beragam model pakaian, aksesori, hingga produk fesyen dengan sentuhan modern membuat batik dan kain khas Berau tidak lagi identik sebagai busana untuk kalangan orang tua.

Ketua Umum Dekranasda Berau, Edy Suswanto, menilai perubahan tren tersebut menjadi peluang besar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk terus berinovasi.

Menurutnya, kegiatan pembinaan, pameran, maupun pelatihan yang selama ini dilakukan mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas produk lokal.

“Kegiatan seperti ini memberi dampak kepada UMKM kita agar terus meningkatkan kualitas,” ujarnya Kamis (16/7). 

Edy mengatakan, persaingan produk kerajinan dan fesyen saat ini semakin terbuka. Berau memiliki bahan baku yang tidak kalah dengan daerah lain, namun kualitas sumber daya manusia serta kemampuan mengolah produk menjadi faktor penting agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

“Kita punya bahan dasar yang sama, tinggal bagaimana sumber daya itu kita kelola,” katanya.

Ia menambahkan, sektor UMKM selama ini menjadi salah satu penyumbang penting bagi perekonomian nasional. Karena itu, Dekranasda bersama pemerintah daerah akan terus mendorong peningkatan kapasitas para perajin agar kualitas produk yang dihasilkan semakin baik.

“Kita akan terus melakukan upgrade supaya produknya semakin bagus,” tegasnya.

Menurut Edy, salah satu perkembangan yang paling terlihat adalah semakin banyaknya produk wastra Berau yang diminati generasi muda.

Inovasi desain membuat kain khas daerah mampu tampil lebih modern tanpa meninggalkan identitas budaya yang menjadi ciri khasnya.

“Kini banyak produk wastra kita diminati anak-anak muda,” ucapnya.

Ia menilai, dunia fesyen menjadi pintu masuk yang efektif untuk mengenalkan kain tradisional kepada generasi muda. Ketika desain mengikuti perkembangan tren, anak-anak tidak lagi merasa batik sebagai pakaian formal atau hanya digunakan oleh orang tua.

Sementara itu, Bupati Berau Sri Juniarsih menyampaikan dukungannya terhadap para butik maupun pengrajin yang terus menghadirkan inovasi dalam mengembangkan produk wastra daerah. Menurutnya, kreativitas menjadi modal penting agar produk lokal mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

“Kita tentu sangat mendukung pengrajin membuka arah produksi yang lebih luas,” katanya.

Sri Juniarsih berharap para pelaku usaha terus menghadirkan model dan bentuk baru yang mengikuti perkembangan selera pasar, khususnya generasi muda. Dengan demikian, Batik Berau tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga bagian dari gaya hidup masyarakat.

“Mungkin dengan model yang berbeda akan lahir gaya baru,” ujarnya.

Ia mengaku senang melihat semakin banyak anak muda, termasuk kalangan Gen Z, yang mulai mengenakan Batik Berau dalam berbagai kesempatan. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa kekayaan budaya daerah dapat tetap lestari ketika dipadukan dengan kreativitas para desainer dan pengrajin lokal.

“Gen Z juga memakai Batik Berau dengan sentuhan kreativitas produsen kita,” pungkasnya. (sen/hmd)

Editor : Nurismi
Dekranasda Berau Gen Z batik