Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Catatan Batiwakkal

Imbas Efisiensi Anggaran, Diskan Berau Prediksi Kuota Bantuan Nelayan 2027 Bakal Menurun

Nurismi • Minggu, 12 Juli 2026 | 18:00 WIB
BANTUAN: Pemerintah daerah mengusulkan bantuan sarana perikanan bagi kelompok nelayan pesisir kepada Pemprov Kaltim. (IZZA/BP)
BANTUAN: Pemerintah daerah mengusulkan bantuan sarana perikanan bagi kelompok nelayan pesisir kepada Pemprov Kaltim. (IZZA/BP)

BERAU POST – Program bantuan sarana penangkapan ikan bagi nelayan di Kabupaten Berau masih berlanjut tahun ini. Sebanyak 13 kelompok nelayan dipastikan menerima bantuan dari melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Berau 2026.

Kepala Bidang (Kabid) Penangkapan dan Pelayanan Usaha, Dinas Perikanan (Diskan) Berau, Ika Jayati memprediksi alokasi bantuan akan berkurang seiring kebijakan efisiensi anggaran tahun depan.

Padahal, program ini masih menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah untuk meningkatkan produktivitas nelayan, khususnya yang beraktivitas di kawasan Perairan Umum Daratan (PUD).

Paket bantuan yang disiapkan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kelompok, mulai dari mesin kapal, perahu fiber hingga perlengkapan alat tangkap.

“Untuk tahun ini masih ada 13 kelompok yang menerima bantuan. Namun, tahun depan jumlahnya diperkirakan menurun karena adanya efisiensi anggaran,” ujarnya, belum lama ini.

Namun, pihaknya tetap memprioritaskan kelompok nelayan yang menangkap ikan di wilayah PUD sesuai kewenangan pemerintah kabupaten.

Sementara itu, nelayan yang beroperasi di wilayah laut disarankan mengajukan bantuan melalui Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sesuai kewenangannya.

Pihaknya akan memfasilitasi pengajuan bantuan tersebut ke Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kaltim.

“Untuk nelayan laut kami hanya mengusulkan ke provinsi, karena kewenangan pemberian bantuannya memang berada di sana,” katanya.

Tahun ini, dua kelompok nelayan dari kawasan pesisir telah diusulkan sebagai calon penerima bantuan melalui APBD Provinsi Kalimantan Timur. Kedua kelompok tersebut berasal dari Kecamatan Tabalar dan Talisayan.

Namun, pihaknya belum menerima kepastian apakah usulan tersebut akan direalisasikan. Sedangkan, untuk hasil koordinasi terakhir, kedua kelompok itu masih tercatat dalam daftar usulan penerima bantuan.

“Kami berharap tidak ada lagi pengurangan anggaran di tingkat provinsi. Mudah-mudahan dua kelompok yang sudah kami usulkan tetap bisa mendapatkan bantuan,” ucapnya.

Diakuinya, keberadaan bantuan sarana penangkapan ikan masih dibutuhkan nelayan untuk menunjang aktivitas melaut maupun menangkap ikan di perairan darat.

Selain meningkatkan hasil tangkapan, bantuan tersebut juga diharapkan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor perikanan. (aja/arp) 

 

 

 

Editor : Nurismi
#nelayan #Diskan Berau #bantuan