Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Catatan Batiwakkal

Sasar Lingkungan Rumah, Pemkab Berau Masifkan Edukasi Pola Asuh Positif Kategori Keluarga

Nurismi • Jumat, 10 Juli 2026 | 07:00 WIB
Bupati Berau, Sri Juniarsih. (IZZA/BP)
Bupati Berau, Sri Juniarsih. (IZZA/BP)

BERAU POST – Pemahaman orangtua dalam menerapkan pola asuh positif dinilai menjadi langkah awal dalam memperkuat perlindungan anak di Kabupaten Berau.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas mendorong, peningkatan kesadaran keluarga karena lingkungan rumah menjadi tempat pertama anak mendapatkan perlindungan, pendidikan, dan pembentukan karakter.

Dikatakannya, keluarga merupakan lingkungan pertama yang berperan dalam membentuk tumbuh kembang anak.

Karena itu, pemahaman orangtua mengenai pola asuh positif perlu terus ditingkatkan sebagai langkah pencegahan terhadap berbagai bentuk kekerasan maupun pelanggaran hak anak.

Menurutnya, upaya perlindungan anak membutuhkan keterlibatan seluruh pihak dan tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah daerah.

Diperlukan kesamaan persepsi serta komitmen bersama dari berbagai unsur untuk membangun sistem perlindungan anak yang lebih kuat di Kabupaten Berau.

“Saya berharap terbangun kesamaan persepsi dan komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat sistem perlindungan anak di Kabupaten Berau,” ujarnya, belum lama ini. 

Terlebih, perlindungan anak harus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor. Pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, tenaga kesehatan, lembaga layanan, tokoh agama, tokoh adat, organisasi kemasyarakatan, media massa, hingga keluarga memiliki peran masing-masing dalam menciptakan lingkungan yang mendukung anak.

Ditegaskan, keluarga sebagai tempat pertama anak mendapatkan pendidikan dan perlindungan harus menjadi perhatian utama.

Pola pengasuhan yang baik dinilai dapat membantu mencegah munculnya berbagai persoalan yang dapat menghambat perkembangan anak.

Selain memperkuat peran keluarga, dirinya juga mendorong peningkatan kesadaran masyarakat agar lebih peka terhadap kondisi di lingkungan sekitar. Menurutnya, pencegahan harus menjadi langkah utama dibandingkan menunggu persoalan terjadi dan baru dilakukan penanganan.

“Pencegahan tentunya jauh lebih baik daripada penanganan. Oleh sebab itu, edukasi kepada masyarakat harus terus dilakukan secara masif agar setiap orang tua memahami pentingnya pola asuh yang positif,” katanya.

Ia menyebut, edukasi dan pemahaman kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun sistem perlindungan anak.

Dengan pengetahuan yang baik, orang tua maupun masyarakat diharapkan mampu memberikan perlakuan yang sesuai serta menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.

Di sisi lain, Sri Juniarsih juga meminta seluruh elemen masyarakat turut berperan dalam menjaga keamanan anak. Setiap lingkungan diharapkan dapat menjadi tempat yang nyaman dan aman bagi anak untuk tumbuh.

Masyarakat juga diharapkan tidak menutup mata apabila menemukan dugaan kekerasan atau pelanggaran terhadap hak anak. Keberanian untuk melapor menjadi salah satu bentuk kepedulian dalam memastikan anak mendapatkan perlindungan yang layak.

“Setiap lingkungan harus mampu menjadi ruang yang aman bagi anak, dan setiap masyarakat memiliki keberanian untuk melaporkan apabila menemukan indikasi kekerasan maupun pelanggaran terhadap hak-hak anak,” pungkasnya. (aja/hmd)

Editor : Nurismi
#cegah kekerasan anak #pola pendidikan #pemkab berau