Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Catatan Batiwakkal

Detik-Detik Warga Panik Dengar Teriakan Kebakaran di Jalan Merah Delima Berau

Nurismi • Kamis, 2 Juli 2026 | 20:35 WIB
MUSIBAH KEBAKARAN: Satu unit rumah permanen di Jalan Merah Delima, Tanjung Redeb, ludes dilahap si jago merah. Petugas Disdamkarmat Berau berhasil menjinakkan api meski terkendala akses jalan gang yang sempit. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)
MUSIBAH KEBAKARAN: Satu unit rumah permanen di Jalan Merah Delima, Tanjung Redeb, ludes dilahap si jago merah. Petugas Disdamkarmat Berau berhasil menjinakkan api meski terkendala akses jalan gang yang sempit. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)

BERAU POST
 – Musibah kebakaran kembali terjadi di Kabupaten Berau. Kali ini, si jago merah melalap satu unit rumah permanen milik Eddi Reru yang berada di RT 17, Jalan Merah Delima, Kecamatan Tanjung Redeb. Peristiwa tersebut sontak membuat warga sekitar panik.

Kobaran api terlihat membesar dari bagian lantai atas rumah, disertai asap hitam pekat yang membumbung tinggi hingga menarik perhatian masyarakat sekitar.

Ketua RT 17, Lena Sesa, mengatakan dirinya tidak mengetahui secara pasti penyebab kebakaran tersebut. Namun, saat kejadian dirinya mendengar teriakan warga yang berulang kali menyebut kata “kebakaran”.

“Saya langsung keluar rumah dan menuju lokasi setelah mendengar teriakan warga. Saat tiba di lokasi, api sudah membesar dan melahap bagian lantai atas rumah milik Pak Eddi Reru,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Berau, Hery Irwan, menjelaskan bahwa pihaknya menurunkan sebanyak 30 personel dan tiga unit mobil pemadam kebakaran untuk mengendalikan api.

 “Alhamdulillah api berhasil dijinakkan dan tidak merambat ke rumah warga lainnya. Rumah yang terbakar merupakan rumah permanen,” jelasnya.

Ia menambahkan, proses pemadaman sempat mengalami kendala karena lokasi rumah berada di dalam gang sempit sehingga kendaraan pemadam tidak bisa mendekat secara maksimal ke titik kebakaran.

“Namun berkat kerja sama seluruh personel dan bantuan masyarakat, api akhirnya dapat dikendalikan,” tambahnya.

Berdasarkan informasi sementara, saat kebakaran terjadi rumah dalam keadaan kosong. Pemilik rumah diketahui sedang melaksanakan ibadah, sementara anaknya sedang bekerja.

Untuk penyebab pasti kebakaran, kata Hery, hingga kini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Meski demikian, dugaan sementara sumber api berasal dari lantai atas rumah.

“Atas kejadian ini kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang turut membantu proses pemadaman api sehingga kebakaran tidak meluas,” pungkasnya (aky)

Editor : Nurismi
#kebakaran #Disdamkar Berau