Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Catatan Batiwakkal

Sukses Setahun Memimpin, Otban VII Balikpapan Raih Predikat WBBM dan Borong Penghargaan

Nurismi • Rabu, 1 Juli 2026 | 13:40 WIB
Kepala Otoritas Bandara Wilayah VII Kalimantan, Ferdinan Nurdin. (SENO/BP)
Kepala Otoritas Bandara Wilayah VII Kalimantan, Ferdinan Nurdin. (SENO/BP)

BERAU POST – Genap satu tahun memimpin Otoritas Bandar Udara Wilayah VII Balikpapan, Kepala Otoritas Bandara Wilayah VII Kalimantan, Ferdinan Nurdin, menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola penerbangan, meningkatkan konektivitas udara, serta menghadirkan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat di Kalimantan.

Ferdinan, yang dilantik pada Mei 2025 setelah sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Layanan Umum Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara Kelas I Kalimarau, mengatakan kepemimpinannya berfokus pada penguatan organisasi melalui budaya kerja yang mengedepankan kebersamaan, profesionalisme, dan pelayanan publik.

“Kami membangun budaya kerja yang kompak, solid, guyub, rukun, dan menjunjung semangat kekeluargaan agar organisasi mampu menghadapi tantangan sekaligus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya Selasa (30/6). 

Sebagai instansi yang bertugas melakukan pengaturan, pengendalian, dan pengawasan penyelenggaraan penerbangan di wilayah Kalimantan, Otoritas Bandar Udara Wilayah VII tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga aktif melakukan pembinaan terhadap pengelola bandar udara.

Salah satu upaya yang dilakukan selama setahun terakhir ialah mendukung peningkatan konektivitas udara melalui koordinasi dan fasilitasi pembukaan sejumlah rute penerbangan baru.

Beberapa di antaranya adalah rute AirAsia Surabaya–Balikpapan–Kalimarau, Surabaya–Balikpapan–Tarakan pulang pergi, serta Wings Air Balikpapan–Kalimarau–Maratua pulang pergi.

Menurut Ferdinan, hadirnya rute-rute tersebut diharapkan semakin mempermudah mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata di berbagai daerah di Kalimantan.

Selain mendukung konektivitas, pihaknya juga terus melakukan pembinaan terhadap sejumlah bandar udara khusus di wilayah kerjanya.

Pengawasan dilakukan di Bandar Udara Khusus PT Kaltim Prima Coal untuk memastikan operasional penerbangan tetap memenuhi standar keselamatan, keamanan, dan pelayanan.

Di Bandar Udara Khusus Badak LNG Bontang, Otoritas Bandara turut mengawal rencana revitalisasi bandar udara, termasuk mendukung optimalisasi pemanfaatan aset negara melalui kerja sama dengan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).

Sementara di Bandar Udara Khusus PT Bayan Resources, pembinaan dilakukan melalui inspeksi tahunan serta pendampingan persiapan sertifikasi layanan navigasi penerbangan.

Berbagai langkah tersebut turut membuahkan hasil. Dalam kurun satu tahun terakhir, Otoritas Bandar Udara Wilayah VII berhasil meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Selain itu, instansi tersebut juga menerima Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025 sekaligus meraih peringkat pertama Tim Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.

Di luar tugas pokok organisasi, Ferdinan juga mendorong optimalisasi aset negara melalui pengembangan unit usaha Koperasi Avia Sejahtera Balikpapan dengan konsep ASN Entrepreneur.

Berbagai unit usaha seperti lapangan padel, kedai kopi, foodcourt, minimarket, layanan cuci kendaraan hingga parkir inap telah dikembangkan, sementara pembangunan guest house dan layanan laundry disiapkan sebagai pengembangan berikutnya.

Ferdinan berharap fondasi yang telah dibangun selama satu tahun terakhir dapat terus diperkuat melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

“Satu tahun ini menjadi awal untuk terus memperkuat keselamatan, keamanan, pelayanan, dan konektivitas penerbangan di Kalimantan demi memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” pungkasnya. (sen/hmd)

Editor : Nurismi
#Otoritas Bandara Wilayah VII