BERAU POST – Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina, mengajak seluruh elemen pendidikan, mulai dari orang tua, guru hingga pihak sekolah, untuk bersama-sama menggelorakan budaya gemar membaca di kalangan anak-anak.
Menurutnya, kebiasaan membaca perlu ditanamkan sejak dini, sebagai salah satu cara efektif untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Elita menilai perkembangan teknologi dan arus informasi yang begitu cepat saat ini harus diimbangi dengan kemampuan literasi yang baik.
Karena itu, anak-anak perlu didorong tidak hanya menghabiskan waktu dengan gawai, tetapi juga membiasakan diri membaca buku sebagai sarana menambah pengetahuan.
“Kami mengimbau orangtua, guru dan sekolah untuk mengajak anak-anak gemar membaca,” ujarnya kepada awak Berau Post kemarin (19/6).
Menurutnya, membaca tidak hanya memberikan tambahan informasi, tetapi juga mampu melatih daya pikir, meningkatkan kemampuan berkomunikasi, serta membangun karakter anak.
Semakin sering seorang anak membaca, semakin banyak pula pengetahuan dan perspektif yang dapat diperolehnya.
“Melalui membaca, wawasan anak akan semakin luas,” katanya.
Elita menjelaskan, peran orangtua menjadi faktor penting dalam membangun kebiasaan tersebut. Lingkungan keluarga dinilai sebagai tempat pertama bagi anak untuk mengenal buku dan belajar mencintai kegiatan membaca.
Karena itu, orangtua diharapkan dapat menyediakan waktu untuk mendampingi anak membaca, maupun memberikan contoh dengan membiasakan diri membaca di rumah.
Selain keluarga, sekolah juga memiliki peran strategis dalam membentuk budaya literasi. Guru diharapkan tidak hanya menjadikan membaca sebagai bagian dari kegiatan belajar mengajar, tetapi juga mampu menciptakan suasana yang mendorong siswa menjadikan membaca sebagai kebutuhan sehari-hari.
Ia menambahkan, keberadaan perpustakaan sekolah harus dimaksimalkan sebagai pusat literasi yang menarik bagi peserta didik.
Menurutnya, perpustakaan tidak cukup hanya menjadi tempat penyimpanan buku, tetapi juga harus mampu menghadirkan suasana yang nyaman dan menyenangkan.
“Perpustakaan sekolah harus menjadi tempat yang nyaman bagi anak-anak,” tegasnya.Dengan lingkungan yang mendukung, Elita meyakini minat baca anak akan tumbuh secara alami.
Apalagi saat ini tersedia banyak jenis bacaan yang dapat disesuaikan dengan usia dan minat siswa sehingga proses belajar menjadi lebih menarik.
Lebih lanjut, ia berharap seluruh sekolah di Berau terus berinovasi dalam meningkatkan budaya literasi, baik melalui program membaca rutin, pojok baca di kelas, maupun kegiatan lain yang melibatkan siswa secara aktif.
“Budaya membaca harus terus digelorakan bersama,” ujarnya.
Menurut Elita, peningkatan minat baca merupakan investasi jangka panjang bagi daerah. Dengan kemampuan literasi yang baik, generasi muda Berau diharapkan mampu berkembang menjadi sumber daya manusia yang cerdas, kritis, dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.
"Karena itu, dukungan dari keluarga, sekolah, dan masyarakat menjadi kunci penting dalam mewujudkan budaya membaca yang kuat di Kabupaten Berau," tutupnya. (sen/sam)
Editor : Nurismi