Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Catatan Batiwakkal

Gairahkan Ekonomi Kampung, DPMK Berau Pacu Hilirisasi Produk Turunan Kelapa Genjah Entog

Nurismi • Jumat, 19 Juni 2026 | 07:30 WIB
DISALURKAN: Sebagai salah satu komoditas unggulan, DPMK Berau melalui Pejuang SIGAP menyalurkan bantuan bibit Kelapa Genjah Entog sebagai dukungan meningkatkan perekonomian di kampung. (SENO/BP)
DISALURKAN: Sebagai salah satu komoditas unggulan, DPMK Berau melalui Pejuang SIGAP menyalurkan bantuan bibit Kelapa Genjah Entog sebagai dukungan meningkatkan perekonomian di kampung. (SENO/BP)

BERAU POST – Pemerintah Kabupaten Berau terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal kampung.

Salah satu langkah yang kini diperkuat adalah pengembangan komoditas kelapa dalam, melalui penyaluran bibit unggul Kelapa Genjah Entog yang dinilai memiliki prospek ekonomi dan potensi hilirisasi yang besar.

Program tersebut dijalankan melalui kolaborasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau bersama Program SIGAP Sejahtera.

Sebanyak 800 bibit Kelapa Genjah Entog telah disalurkan kepada kelompok masyarakat di Kampung Karangan, Kecamatan Biatan, dan Kampung Merancang Ulu, Kecamatan Gunung Tabur.

Kepala DPMK Berau, Tenteram Rahayu, mengatakan, pengembangan sektor perkebunan menjadi salah satu strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat kampung.

Kelapa dipilih, karena memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan dan dapat dikembangkan mulai dari sektor budidaya hingga pengolahan produk turunannya.

“Program ini bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di sektor perkebunan,” ujarnya Rabu (17/6).

Menurutnya, varietas Kelapa Genjah Entog dipilih karena memiliki sejumlah keunggulan dibanding jenis kelapa lainnya.

Selain lebih cepat berbuah, varietas tersebut juga memiliki tingkat produktivitas yang tinggi dengan ukuran pohon yang relatif lebih pendek, sehingga memudahkan proses perawatan maupun panen.

“Karakteristiknya cepat berbuah dan produktivitasnya tinggi,” katanya.

Ia menjelaskan, penguatan sektor hulu melalui penyediaan bibit unggul menjadi bagian penting dalam pengembangan komoditas kelapa di Berau.

Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas kebun masyarakat sekaligus memperluas kawasan pengembangan kelapa sebagai salah satu komoditas unggulan daerah.

“Kelapa dalam menjadi salah satu komoditas yang terus dikembangkan di Berau,” terangnya.

Tidak hanya fokus pada budidaya, pemerintah daerah bersama Program SIGAP Sejahtera juga mulai mendorong hilirisasi produk kelapa agar memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat.

Pendampingan dilakukan di Kampung Karangan dengan melibatkan kelompok masyarakat dan ibu-ibu PKK untuk mengembangkan berbagai produk turunan kelapa.

Produk yang mulai diperkenalkan antara lain sabun batang, sabun cair, hingga Virgin Coconut Oil (VCO) yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dibanding penjualan bahan baku semata.

“Pemberdayaan ibu-ibu PKK menjadi bagian penting dalam pengembangan hilirisasi ini,” jelas Tenteram.

Sementara itu, Project Coordinator Program SIGAP Sejahtera, Hamzah Nasir, mengatakan, dukungan bibit Kelapa Genjah Entog merupakan bagian dari upaya memperkuat sektor komoditas perkebunan yang memiliki potensi besar di Kabupaten Berau.

Menurutnya, pemilihan varietas tersebut telah melalui berbagai pertimbangan teknis. Selain cocok dikembangkan oleh petani lokal, tanaman tersebut juga mampu memberikan hasil lebih cepat sehingga berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat dalam jangka menengah.

“Ini merupakan langkah konkret mendukung pengembangan kelapa dalam di Berau,” ujarnya.

Hamzah menambahkan bahwa pendampingan tidak berhenti pada proses penyaluran bibit. Program SIGAP Sejahtera juga akan memastikan bibit yang telah dibagikan benar-benar ditanam dan dikembangkan bersama kelompok masyarakat penerima manfaat.

“Kami akan melakukan pendampingan lanjutan hingga tahap pengembangan,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga berupaya memfasilitasi proses hilirisasi, termasuk membantu pengembangan produk turunan dan mendukung pengurusan izin edar yang dibutuhkan agar produk masyarakat dapat dipasarkan secara lebih luas.

“Pemasaran menjadi bagian yang harus didukung bersama,” tegasnya.

Hamzah menyebut pendekatan yang dilakukan Program SIGAP Sejahtera saat ini berbasis tematik sesuai potensi unggulan masing-masing kampung.

Dengan demikian, program pemberdayaan yang dijalankan dapat lebih tepat sasaran dan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.

Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, program pemberdayaan, kelompok masyarakat, serta para pemangku kepentingan lainnya dapat menciptakan ekosistem perkebunan yang lebih kuat, mandiri, dan berdaya saing.

“Kolaborasi semua pihak sangat penting untuk memajukan ekonomi kampung,” tandasnya. (sen/sam)

Editor : Nurismi
#DMPK Berau #produksi sabun #VCO