BERAU POST – Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, Eva Yunita, menyarankan setiap pemerintah kecamatan menyediakan titik atau pusat oleh-oleh sebagai wadah pemasaran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus memudahkan wisatawan mendapatkan cenderamata khas daerah.
Dia menilai keberadaan pusat oleh-oleh di kawasan wisata memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan ekonomi masyarakat.
Selain menjadi sarana promosi produk lokal, fasilitas tersebut juga dapat meningkatkan nilai belanja wisatawan selama berkunjung ke Berau.
Menurutnya, selama ini banyak produk unggulan dari kampung dan kecamatan yang memiliki kualitas baik, namun belum dipasarkan secara terpusat. Akibatnya, wisatawan kerap kesulitan menemukan produk khas yang ingin dibeli sebagai buah tangan.
“Kami mengimbau pemerintah kecamatan bisa menyediakan titik atau pusat oleh-oleh,” ujarnya belum lama ini.
Eva mencontohkan Kecamatan Bidukbiduk yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Berau.
Kawasan tersebut setiap tahun dikunjungi wisatawan yang hendak berlibur ke berbagai objek wisata pesisir dan laut. Namun menurutnya, potensi ekonomi dari sektor oleh-oleh masih dapat dimaksimalkan.
“Kalau ada galeri atau pusat oleh-oleh, wisatawan akan lebih mudah mencari cenderamata,” katanya.
Ia menjelaskan, keberadaan pusat oleh-oleh tidak hanya menguntungkan pengunjung, tetapi juga memberikan ruang yang lebih luas bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produknya. Dengan lokasi yang terpusat, promosi produk menjadi lebih efektif dan peluang penjualan dapat meningkat.
“Pelaku UMKM juga lebih mudah memasarkan produknya,” jelasnya.
Eva menyebut Bidukbiduk memiliki sejumlah produk unggulan yang layak dipasarkan secara lebih luas. Salah satunya minyak kelapa yang telah dihasilkan masyarakat setempat dan memiliki potensi pasar yang baik. Selain itu, berbagai produk kerajinan kriya juga dinilai memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
“Bidukbiduk punya beberapa produk unggulan yang bisa ditampilkan dalam satu pusat pemasaran,” ungkapnya.
Menurutnya, konsep pusat oleh-oleh tidak harus berupa bangunan besar. Pemerintah kecamatan dapat menyesuaikan dengan kemampuan dan potensi daerah masing-masing, selama mampu menjadi tempat yang representatif untuk menampilkan produk-produk lokal.
Diskoperindag Berau juga siap memberikan dukungan dalam pembinaan UMKM agar produk yang dipasarkan memiliki kualitas, kemasan, dan standar yang lebih baik.
Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk lokal, sekaligus memperkuat identitas daerah melalui hasil karya masyarakat.
“Tujuannya agar produk UMKM semakin dikenal dan menjadi bagian dari pengalaman wisata di Berau,” tandasnya. (sen/sam)
Editor : Nurismi