Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Mengintip Potensi Sabun Kelapa Lokal Berau yang Siap Tembus Kamar Resor Mewah

Nurismi • Jumat, 5 Juni 2026 | 07:55 WIB
Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita. (SENO/BP)
Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita. (SENO/BP)

BERAU POST – Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau berkomitmen mendukung pengembangan produk sabun berbahan dasar minyak kelapa, sebagai bagian dari upaya hilirisasi komoditas kelapa dalam yang tengah didorong Pemerintah Kabupaten Berau.

Komitmen tersebut sejalan dengan arahan bupati Berau untuk mengembangkan produk turunan kelapa yang memiliki nilai tambah ekonomi bagi masyarakat, khususnya di tingkat kampung melalui badan usaha milik kampung (BUMK).

Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pendampingan terhadap program hilirisasi kelapa dalam melalui koordinasi dengan berbagai perangkat daerah dan pemangku kepentingan terkait.

“Kami tetap berkomitmen melakukan pendampingan hilirisasi kelapa dalam, khususnya produk sabun,” ujarnya, Rabu (3/6). 

Menurut Eva, pengembangan produk berbahan dasar kelapa tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja. Diperlukan kolaborasi lintas sektor agar proses produksi hingga pemasaran dapat berjalan optimal.

“Pendampingan dilakukan sesuai fungsi masing-masing OPD,” katanya.

Diskoperindag memiliki peran dalam mendukung aspek kemasan produk, peningkatan kualitas usaha, hingga bantuan peralatan produksi apabila alokasi anggaran tersedia. Dukungan pemasaran juga menjadi salah satu fokus yang akan diperkuat ke depan.

“Khusus sabun, kami bisa mendampingi terkait kemasan produk maupun bantuan peralatan,” terangnya.

Saat ini, pengembangan sabun berbahan dasar minyak kelapa telah berjalan di beberapa wilayah. Eva menyebut terdapat dua kampung yang sudah menjalankan usaha tersebut, yakni Kampung Giring-Giring dan Kampung Karangan yang dikelola masing-masing oleh BUMK. Selain itu, satu kelompok usaha serupa juga berkembang di Kecamatan Maratua.

Untuk memperluas pasar, pihaknya mendorong keterlibatan berbagai pihak, termasuk sektor pariwisata. Produk sabun lokal dinilai memiliki peluang besar untuk memenuhi kebutuhan hotel, resort, hingga pelaku usaha wisata yang tersebar di kawasan pesisir dan pulau-pulau wisata Berau.

“Kami upayakan pemasaran untuk memenuhi kebutuhan lokal terlebih dahulu,” katanya.

Ia menambahkan, sinergi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, pemerintah kecamatan, pemerintah kampung, hingga Dekranasda Berau menjadi langkah penting untuk memperkuat promosi dan pemasaran produk.

“Perlu kolaborasi semua stakeholder agar pemasarannya lebih luas,” ungkapnya.

Meski demikian, pengembangan usaha sabun kelapa masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satu kendala utama adalah proses pengurusan sertifikasi produk.

Sebagai produk kecantikan, sabun wajib memiliki izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan sebelum dipasarkan secara lebih luas.

“Kendala terbesar saat ini pada proses sertifikasi BPOM yang memang membutuhkan waktu hingga izin terbit,” tandas Eva.

Sebelumnya, Bupati Berau, Sri Juniarsih mendorong Diskoperindag Berau untuk memperkuat pendampingan dan pembinaan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya yang bergerak dalam pengembangan produk sabun berbahan dasar minyak kelapa.

Menurut Sri Juniarsih, Berau memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, termasuk produksi kelapa yang dihasilkan di sejumlah wilayah.

Potensi tersebut dinilai perlu dioptimalkan agar tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai tambah yang memiliki peluang pasar lebih luas.

“Minyak kelapa memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya beberapa waktu lalu. 

Ia menilai sabun mandi berbahan alami dapat menjadi salah satu produk unggulan daerah yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus memperkuat sektor UMKM.

Dari sejumlah contoh produk yang pernah dilihat, kualitas hasil olahan berbahan dasar minyak kelapa dinilai cukup menjanjikan dan berpotensi bersaing dengan produk sejenis dari daerah lain. “Potensinya sangat baik dan bisa bersaing,” katanya.

Karena itu, Sri Juniarsih meminta Diskoperindag Berau mempercepat proses pendampingan, mulai dari peningkatan kapasitas produksi, pengemasan, perizinan hingga strategi pemasaran.

Langkah tersebut dinilai penting agar produk sabun berbahan minyak kelapa dapat segera diproduksi secara berkelanjutan dan dipasarkan lebih luas.

“Pendampingan harus terus dilakukan agar produk ini bisa segera terwujud,” tegasnya.(sen/arp) 

 

Editor : Nurismi
#Sabun kelapa #Diskoperindag Berau #umkm