BERAU POST – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau, terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan melalui kegiatan gotong royong dan kerja bakti rutin.
Upaya tersebut dinilai penting agar penanganan sampah tidak hanya bergantung pada pemerintah daerah semata.
Kepala DLHK Berau, Zulkifli Azhari, mengatakan, partisipasi masyarakat memiliki peran besar dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, baik di kawasan perkotaan maupun wilayah pesisir.
“Peran serta masyarakat, baik mahasiswa maupun elemen lainnya, sangat dibutuhkan dalam menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya, belum lama ini.
Menurutnya, persoalan sampah menjadi tanggung jawab bersama sehingga dibutuhkan kesadaran kolektif dari seluruh lapisan masyarakat.
“Kami akan terus mengajak berbagai elemen untuk aktif terlibat dalam kegiatan kebersihan lingkungan,” terangnya.
Pun pihaknya akan memaksimalkan sarana operasional yang dimiliki untuk mendukung penanganan sampah. Salah satunya dengan mengoptimalkan kapal pengangkut sampah yang digunakan untuk menjangkau kawasan pesisir dan aliran sungai di perkotaan.
Keberadaan kapal tersebut dinilai cukup penting, mengingat masih banyak sampah rumah tangga yang ditemukan di wilayah perairan dan daerah pesisir. DLHK pun terus melakukan penyesuaian operasional agar pelayanan pengangkutan sampah dapat berjalan lebih efektif.
“Seluruh alat yang dimiliki akan kami maksimalkan, termasuk kapal pengangkut sampah, dengan menyesuaikan waktu yang ada,” katanya.
Saat ini pemerintah pusat juga telah mengeluarkan arahan terkait pelaksanaan kerja bakti melalui surat edaran (SE). Dalam aturan tersebut, kegiatan kebersihan lingkungan didorong untuk rutin dilaksanakan setiap Jumat dan Minggu.
“Arahan dalam SE tersebut merupakan turunan dari kebijakan pemerintah pusat terkait pelaksanaan kerja bakti yang dijadwalkan setiap Jumat dan Minggu. Namun, kami berharap kegiatan tersebut tidak hanya dilakukan pada hari yang telah ditentukan,” jelasnya.
Pihaknya berharap kegiatan gotong royong tidak hanya dilakukan saat ada jadwal tertentu, tetapi dapat menjadi kebiasaan di tengah masyarakat. Menurutnya, jika budaya menjaga kebersihan terus dibangun, maka persoalan sampah dapat ditekan secara bertahap.
Keterlibatan pelajar, mahasiswa, komunitas hingga masyarakat umum juga diharapkan mampu memperkuat upaya pemerintah dalam menjaga kebersihan lingkungan. “Penanganan sampah tentunya akan lebih maksimal dan merata,” ujarnya.
Selain itu, DLHK Berau juga terus melakukan evaluasi terhadap kebutuhan operasional di lapangan. Pemanfaatan seluruh armada dan fasilitas yang tersedia menjadi fokus agar pelayanan kebersihan tetap berjalan optimal, terutama di kawasan yang sulit dijangkau kendaraan pengangkut sampah darat.
“Semoga kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan semakin meningkat dan persoalan sampah di Kabupaten Berau dapat ditangani secara bersama-sama,” harapnya. (aja/hmd)
Editor : Nurismi