BERAU POST – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Berau melaksanakan pelatihan kerajinan berbahan limbah kelapa di Kampung Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan.
Kegiatan yang diikuti para perajin serta masyarakat setempat itu berlangsung sejak 29 Mei hingga 2 Juni, namun dibuka secara resmi pada Jumat (29/5).
Dalam kegiatan itu, para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi pelatihan. Selain mendapatkan materi teknik pembuatan kerajinan, peserta juga dibekali pengetahuan mengenai strategi pemasaran dan promosi produk agar hasil karya mereka dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
Ketua Umum Dekranasda Berau, Edy Siswanto menyampaikan, pelatihan ini difokuskan pada peningkatan kemampuan masyarakat.
Khususnya dalam mengolah limbah kelapa menjadi produk kerajinan bernilai ekonomis, sekaligus memiliki daya saing di pasaran.
Edy menilai peluang pengrajin lokal untuk berkembang masih sangat terbuka meski harus bersaing dengan produk dari daerah lain yang lebih maju.
Terlebih, kualitas produk masyarakat Berau memiliki potensi besar apabila terus diasah melalui pelatihan dan pembinaan yang berkelanjutan.
“Kita masih bisa bersaing secara produk, tapi memang perlu banyak latihan,” ujarnya.
Ia menilai salah satu kelemahan pengrajin lokal saat ini masih berada pada aspek promosi dan publikasi produk.
Karena itu, Dekranasda Berau berencana membentuk tim khusus untuk membantu pemasaran hasil kerajinan masyarakat.
“Publikasi masih lemah, jadi perlu ada akun khusus untuk promosi,” katanya.
Menurut Edy, perkembangan teknologi dan media digital harus dimanfaatkan secara maksimal oleh para pengrajin untuk memperkenalkan produk mereka ke masyarakat luas.
Ia berharap seluruh produk yang dihasilkan masyarakat dapat dipromosikan secara konsisten agar lebih dikenal.
“Apapun yang kita buat perlu dipublikasikan,” tuturnya.
Dalam kegiatan tersebut, Dekranasda juga menghadirkan instruktur kerajinan dari Bantul, Yogyakarta. Diketahui daerah tersebut dikenal memiliki industri kerajinan dan wisata kreatif yang berkembang pesat, sehingga diharapkan mampu menjadi referensi bagi pengrajin di Berau.
Edy mengatakan, kehadiran instruktur dari luar daerah diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk kerajinan masyarakat Tanjung Batu agar dapat menyamai hasil karya daerah lain yang telah lebih dahulu berkembang.
“Minimal pengrajin kita bisa menyamai produknya,” harapnya.
Ia menambahkan, pemanfaatan limbah kelapa sebagai bahan kerajinan juga memiliki potensi ekonomi yang cukup besar.
Selama ini limbah kelapa dinilai belum dimanfaatkan secara optimal, padahal dapat diolah menjadi berbagai produk kreatif bernilai jual.
“Saya berharap pelatihan ini bisa membuka usaha baru bagi masyarakat,” katanya.
Selain meningkatkan keterampilan, pelatihan tersebut juga diharapkan menjadi langkah awal tumbuhnya industri kreatif berbasis potensi lokal di kawasan pesisir Kabupaten Berau, khususnya Kecamatan Pulau Derawan yang selama ini dikenal sebagai daerah tujuan wisata.
Edy turut menyampaikan apresiasi kepada para narasumber serta seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
Ia juga memastikan Dekranasda Berau akan terus mengadakan pelatihan serupa, sebagai upaya mendorong kreativitas dan kemandirian ekonomi masyarakat.
Ia juga optimistis pengrajin lokal Berau tetap memiliki peluang besar untuk berkembang dan bersaing dengan daerah lain apabila terus mendapatkan pembinaan, dukungan promosi, dan peningkatan kualitas produk secara berkelanjutan.
“Daerah lain mungkin unggul, tapi kita tidak tertinggal jauh,” pungkasnya. (sen/arp)
Editor : Nurismi