Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Banyak Petani Sawit Berau Tertipu Bibit Palsu, Perusahaan Ini Turun Tangan Beri Solusi

Nurismi • Jumat, 29 Mei 2026 | 18:00 WIB
BERKUALITAS: Pelatihan PERKASA yang digelar PT YWA kepada petani di desa sekitar perusahaan. (YWA UNTUK BERAU POST)
BERKUALITAS: Pelatihan PERKASA yang digelar PT YWA kepada petani di desa sekitar perusahaan. (YWA UNTUK BERAU POST)

BERAU POST – PT Yudha Wahana Abadi (YWA) member of PT Triputra Agro Persada Tbk, terus menghadirkan program-program nyata yang memberikan dampak positif bagi masyarakat, lingkungan, dan kemajuan bangsa.

Komitmen tersebut kembali ditegaskan perusahaan melalui penyelenggaraan program Pelatihan Petani Berkualitas & Sejahtera (PERKASA) bagi petani sawit di berbagai desa yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan.
 
PERKASA hadir sebagai inisiatif TAP untuk Negeri sebagai sahabat petani yang konsisten meningkatkan kualitas agronomi agar produktivitas hasil panen meningkat dan kesejahteraan petani sawit dapat terus bertumbuh secara berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan filosofi mendalam untuk menjadi perusahaan yang lahir, dari, dan untuk Indonesia.
 
General Manager PT YWA Suhariono, menjelaskan bahwa salah satu tantangan utama yang dihadapi petani sawit adalah terbatasnya akses pengetahuan terhadap tata kelola kebun yang baik dan berkelanjutan. Ini yang menyebabkan produktivitas petani rendah sehingga penghasilan yang didapatkan tidak maksimal.
 
"Banyak kasus petani yang tertipu bibit sawit, tidak disiplin memupuk hingga melakukan perawatan kebun seadanya yang akhirnya mengakibatkan hasil panen buruk,” ujarnya.

“Kondisi ini yang coba kami atasi melalui pelatihan PERKASA untuk mengembangkan kapasitas petani sawit dan mendorong terciptanya perkebunan sawit yang berkelanjutan melalui pengelolaan lahan yang baik dan penerapan praktik-praktik agronomi yang lebih ramah lingkungan," tambahnya.
 
Program pelatihan PERKASA dirancang dengan memadukan 40 persen teori dasar dan 60 persen praktik langsung di lapangan secara intensif selama tiga hari.

Harapannya petani peserta dapat langsung mempraktikkan cara merawat tanaman secara presisi, agar mereka dapat pulang dengan kepercayaan diri yang penuh bahwa mereka bisa menjadi ahli di kebun sendiri.
 
Guna mengoptimalkan hasil pelatihan, perusahaan juga melakukan monitoring pascapelatihan secara berkala. Tujuannya untuk memastikan para petani benar-benar menerapkan ilmu yang didapat di kebun masing-masing.

Pendampingan berkelanjutan ini menjadi kunci agar transformasi cara bertani tidak hanya bersifat sesaat, melainkan menjadi standar baru bagi produktivitas mereka.

Perusahaan juga membuka hotline konsultasi agronomi via WhatsApp di nomor 0811222012210, tak hanya peserta yang dapat berkonsultasi, siapapun yang tertarik untuk bertanam sawit dengan baik dapat menghubungi kontak tersebut.

“Peserta atau masyarakat bisa berkonsultasi langsung ke kami,” paparnya.
 
Asrani, Kepala Kampung Merabu, Kecamatan Kelay, menyambut positif penyelenggaraan program PERKASA di wilayahnya.

Ia menilai pelatihan ini menjawab kebutuhan nyata para petani yang selama ini kerap menghadapi masalah akibat keterbatasan pengetahuan, mulai dari salah pilih bibit hingga praktik perawatan yang tidak tepat. Ia pun mencatat antusiasme warga yang tinggi terhadap program ini.
 
"Ini kegiatan yang sangat positif. Petani perlu tahu agar tidak salah pilih bibit dan pengetahuannya menjadi paham sepenuhnya. Jangan sampai bibitnya salah, hasilnya jadi tidak menguntungkan. Namanya juga untuk meningkatkan kesejahteraan, masyarakat tentu menyambutnya dengan baik," ujar Asrani.
 
Ia juga berharap jangkauan program PERKASA bisa terus diperluas ke depannya. "Program ini bisa dilaksanakan lebih luas lagi. Kalau sekarang baru menyentuh koperasi, ke depan semoga bisa menjangkau seluruh masyarakat secara lebih luas," pungkasnya.
 
Dalam pelatihan, PT YWA juga turut membagikan buku TAP untuk Negeri: Berbagi Pengalaman untuk Bangsa yang merangkum standar prosedur agronomi perusahaan secara komprehensif.

Dengan bahasa yang lebih sederhana dan mudah dipahami, buku TAP untuk Negeri diharapkan dapat menjadi referensi praktis bagi para petani dalam mengelola kebun sawit secara lebih terarah, efisien, dan berkelanjutan.
 
Ke depan, PT YWA berkomitmen untuk terus mengembangkan pelatihan PERKASA dengan menjangkau lebih banyak desa dan petani sawit.

Upaya ini menjadi bagian dari kontribusi nyata perusahaan dalam mendukung perkebunan sawit yang bertanggung jawab sekaligus mendorong terwujudnya petani sawit yang berkualitas dan sejahtera, sejalan dengan komitmen TAP untuk Negeri. (***/hmd)

Editor : Nurismi
#PT YWA #petani sawit #pelatihan