BERAU POST– Setelah sempat dinyatakan hilang sejak Minggu (24/5), seorang nelayan asal Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Berau, akhirnya berhasil ditemukan selamat oleh tim pencarian gabungan pada Senin (25/5) siang.
Korban bernama Suriansyah (47) ditemukan dalam kondisi lemas usai bertahan sekitar 36 jam di kawasan hutan mangrove perairan Batu Putih.
Proses pencarian melibatkan tim gabungan dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah kampung, TNI-Polri, Basarnas, Disdamkarmat Berau, hingga masyarakat nelayan.
Kepala Kampung Batu Putih, Krisdiyanto, mengatakan, sejak korban dilaporkan hilang, seluruh unsur langsung bergerak melakukan pencarian di sekitar lokasi terakhir korban diketahui pergi melaut.
Menurutnya, pencarian dilakukan menyisir kawasan perairan dan hutan bakau yang cukup luas menggunakan speed boat maupun kapal nelayan milik warga.
“Korban berhasil ditemukan sekitar pukul 13.47 Wita oleh tim pencari gabungan bersama masyarakat nelayan. Lokasinya tidak jauh dari perahu korban yang sebelumnya ditemukan di sekitar hutan mangrove,” ujarnya.
Ia menjelaskan, saat ditemukan korban dalam kondisi lemas akibat terlalu lama bertahan di kawasan perairan mangrove.
Setelah berhasil dievakuasi, korban langsung dibawa menuju posko gabungan sebelum kemudian mendapatkan penanganan medis awal di fasilitas kesehatan terdekat.
“Korban langsung dibawa ke Puskesmas untuk mendapatkan penanganan awal karena kondisinya cukup lemah,” katanya.
Sementara itu, Kasi Penyelamatan dan Evakuasi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau, Moch Nur Alimi Zain, membenarkan bahwa korban ditemukan pada hari kedua pencarian.
Ia menjelaskan, operasi pencarian dimulai sejak pagi hari dengan apel dan briefing tim SAR gabungan di Batu Putih sekitar pukul 09.00 Wita. Setelah itu, seluruh tim bergerak menuju lokasi tempat perahu korban ditemukan.
“Sekitar pukul 10.00 Wita tim melakukan pencarian di sekitar titik perahu ditemukan dengan radius kurang lebih 500 meter,” jelasnya.
Pencarian dilakukan menggunakan metode visual dengan menyisir kawasan hutan bakau dan jalur perairan di sekitar lokasi. Hingga akhirnya, sekitar pukul 13.47 Wita, korban ditemukan oleh nelayan dalam keadaan hidup di pinggiran hutan mangrove.
“Korban ditemukan dalam kondisi selamat di pinggiran perairan hutan bakau, tidak jauh dari posisi perahu korban. Diperkirakan korban bertahan kurang lebih 36 jam sejak dinyatakan hilang,” tuturnya.
Setelah ditemukan, korban kemudian dievakuasi menuju Pelabuhan Posko Gabungan SAR Batu Putih untuk mendapatkan tindakan lebih lanjut.
Dalam operasi tersebut, tim gabungan melibatkan berbagai unsur di lapangan, di antaranya Pemerintah Kecamatan Batu Putih, Pemerintah Kampung Batu Putih, Polsubsektor Batu Putih, Polairud Batu Putih, Koramil Batu Putih, Disdamkarmat Berau, Basarnas, serta masyarakat nelayan setempat.
“Proses pencarian juga didukung sejumlah armada, terdiri dari satu speed boat masyarakat, 31 kapal nelayan, satu kapal besar nelayan, satu rubber boat Basarnas, serta satu speed boat milik Polairud.
“Selain personel dan armada laut, tim SAR juga menyiapkan perlengkapan pendukung seperti life jacket, sarung tangan, masker, hingga kantong mayat sebagai bagian dari prosedur standar operasi pencarian dan penyelamatan,” ucapnya.
Dengan keberhasilan ini maka pencarian terhadap korban telah dihentikan dan korban saat ini sedang menjalani pemeriksaan oleh tim kesehatan karena lemas.
“Sudah kita evakuasi dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan,” tutupnya. (aky/hmd)
Editor : Nurismi