BERAU POST – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau mengungkapkan masih terbatasnya jumlah personel serta armada pendukung dalam penanganan sedimentasi di wilayah perkotaan.
Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan dalam upaya menjaga drainase tetap berfungsi optimal, terutama saat intensitas hujan tinggi.
Kepala DLHK Berau, Zulkifli Azhari mengatakan, kebutuhan tambahan personel dan peralatan khusus sangat diperlukan agar penanganan sedimentasi dapat berjalan maksimal.
Terlebih, kegiatan penyedotan sedimentasi beberapa waktu lalu memperlihatkan keterbatasan sumber daya yang dimiliki instansinya.
“Kami sebenarnya membutuhkan tambahan personel,” ujarnya.
Ia menyebut saat ini DLHK hanya memiliki tujuh personel untuk menangani pekerjaan tersebut. Padahal, jumlah ideal yang dibutuhkan mencapai 14 orang agar pekerjaan lapangan dapat dilakukan lebih efektif dan cepat.
“Saat ini hanya ada tujuh orang, idealnya 14 orang,” katanya.
Selain tenaga kerja, DLHK juga membutuhkan armada khusus penyedot sedimentasi yang mampu menangani lumpur sekaligus pasir atau tanah yang terbawa aliran air hujan ke saluran drainase.
Menurut Zulkifli, armada yang dimiliki Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau saat ini hanya mampu menyedot lumpur. “Kami butuh truk penyedot sedimentasi khusus lumpur dan pasir,” jelasnya.
Ia menilai keberadaan alat tersebut sangat penting mengingat sedimentasi di saluran drainase tidak hanya berupa lumpur, tetapi juga bercampur pasir, tanah hingga sampah yang terbawa arus air saat hujan deras.
Usulan tersebut mendapat dukungan dari Anggota Komisi II DPRD Berau, Sutami. Menurutnya, kebutuhan armada penyedot sedimentasi memang harus disesuaikan dengan kondisi di lapangan, agar penanganan drainase dapat berjalan maksimal. “Memang harus seperti itu,” ujarnya.
Ia menilai sedimentasi yang terjadi di drainase tidak hanya terdiri dari lumpur, tetapi juga tanah, pasir dan sampah yang terbawa air hujan. Karena itu, alat yang dimiliki pemerintah daerah harus mampu menangani seluruh material tersebut.
“Tidak hanya lumpur, tetapi juga tanah atau pasir,” katanya.
Politikus Gerindra ini menegaskan, DPRD mendukung pengadaan armada tersebut apabila memang dibutuhkan untuk mencegah banjir dan menjaga kebersihan drainase perkotaan. “Kalau untuk pencegahan tentu kita dukung,” tegasnya.
Selain persoalan armada, Sutami juga menyoroti kebutuhan penambahan personel lapangan di DLHK Berau. Tenaga lapangan menjadi faktor penting dalam mendukung pelayanan kebersihan dan penanganan sedimentasi secara maksimal. “Personel ini jangan dilupakan,” ucapnya.
Ia menyebut penambahan tenaga kerja bisa dilakukan melalui berbagai mekanisme, baik penambahan pegawai, perbantuan maupun melibatkan pihak ketiga, selama tetap sesuai regulasi yang berlaku. “Yang penting sesuai regulasi,” tukasnya.(sen/arp)
Editor : Nurismi