BERAU POST - Speed SB Pratama 801 milik Ridwan, yang berangkat dari Maratua menuju ke Tanjung Redeb, mengalami kecelakaan, pecah haluan depan diduga akubat hantaman ombak di perairan antara Maratua dan Derawan.
Kejadian ini terjadi pada Minggu (17/5), Kabid Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau, Nofian Hidayat mengatakan, kapal mengalami pecah pada bagian haluan saat perjalanan dari Maratua menuju Berau.
“Kapal dihantam ombak saat berada di sekitar perairan Sangalaki, sehingga bagian depan kapal pecah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan informasi sementara yang diterima pihaknya, terdapat tiga kru kapal yang masih bertahan di kapal untuk melakukan penanganan.
“Sementara seluruh penumpang sudah dipastikan selamat. Ada tiga kru yang masih stay di kapal, rencananya kapal tetap dibawa pelan-pelan menuju Tanjung Redeb,” katanya.
Nofian menambahkan, kondisi cuaca dan gelombang di perairan beberapa hari terakhir memang cukup tinggi, sehingga masyarakat dan operator transportasi laut diminta meningkatkan kewaspadaan saat berlayar.
Sementara itu, Ridwan pemilik Speed SB Pratama 801 menuturkan, pihaknya berangkat dari Maratua menuju ke Tanjung Redeb, namun seputaran Pulau Sangalaki, speed dihantam ombak, hingga mengalami pecah bagian depan.
“Bagian depan terangkat, pas turun tiba-tiba pecah,” ujarnya.
Kejadian sekira pukul 11.45 Wita, speed yang terombang ambing di tengah laut, membuat Ridwan menghubungi temannya, untuk membantu membawa penumpang yang berjumlah 9 orang dan 3 kru. Tidak berselang lama, datang speed untuk mengantar para korban.
“Korban selamat semua,” tuturnya.
Ia mengatakan, saat ini dirinya tengah merapat ke Pulau Derawan, untuk menuju ke Tanjung Redeb, membawa tas tamu yang ditinggal di dalam speed miliknya.
“Semua penumpang diver, mereka habis menyelam,” tuturnya.
Akibat kejadian ini, ia mengaku mengalami kerugian hampir Rp 20 juta. Mengingat speed tersebut bermuatan 30 orang.
“Cuaca memang jelek, baru hari ini. Saya speed tidak masalah, yang penting semua penumpang selamat,” terangnya.
Terpisah, Kapolsek Pulau Derawan, AKP Iwan Purwanto menjelaskan, speedboat tersebut berangkat dari Tanjung Redeb menuju Pulau Maratua dengan membawa 12 penumpang. Namun di tengah perjalanan, bagian depan kapal mengalami kerusakan akibat dihantam gelombang laut.
“Awalnya motoris berencana menepi ke Pelabuhan Derawan. Tetapi setelah dicek anggota kami, speedboat itu tidak berada di pelabuhan,” ujar AKP Iwan Purwanto.
Polisi kemudian melakukan komunikasi dengan motoris SB Mursi Pratama berinisial AR. Dari hasil koordinasi itu, diketahui posisi speedboat berada di luar perairan Kasai, dan memutuskan kembali menuju Tanjung Redeb.
"Karena kondisi kapal tidak memungkinkan melanjutkan pelayaran.
Menurut AKP Iwan, demi keselamatan seluruh penumpang, proses evakuasi segera dilakukan di tengah laut menggunakan speedboat lain.
“Semua penumpang dalam keadaan selamat, tuturnya.
Insiden tersebut sempat membuat panik para penumpang lantaran kerusakan kapal terjadi saat berada di tengah laut dengan kondisi gelombang cukup besar. Meski demikian, proses evakuasi berjalan lancar dan tidak menimbulkan korban jiwa.
“Syukur saat proses evakuasi semua berjalan aman, sehingga tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu,” pungkasnya. (hmd)
Editor : Nurismi