Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Cegah Penyakit Menular, DTPHP Berau Perketat Pemeriksaan Sapi dan Kambing yang Masuk dari Luar Daerah

Nurismi • Minggu, 17 Mei 2026 | 08:35 WIB
PASTIKAN LAYAK: Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan dalam kondisi sehat, bebas penyakit dan layak dikonsumsi masyarakat. (DTPHP UNTUK BERAU POST)
PASTIKAN LAYAK: Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan dalam kondisi sehat, bebas penyakit dan layak dikonsumsi masyarakat. (DTPHP UNTUK BERAU POST)

BERAU POST - Menjelang Hari Raya Iduladha, Pemerintah Kabupaten Berau memberikan perhatian khusus terhadap ketersediaan dan kesehatan hewan kurban yang akan masuk maupun diperjualbelikan di Bumi Batiwakkal.

Pengawasan diperketat guna memastikan hewan kurban yang nantinya dikonsumsi masyarakat berada dalam kondisi sehat dan layak.

Bupati Berau, Sri Juniarsih, menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap hewan kurban, khususnya yang didatangkan dari luar daerah.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah masuknya hewan yang terindikasi penyakit sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat menjelang pelaksanaan ibadah kurban.

Ia mengapresiasi upaya preventif yang dilakukan dinas terkait dalam melakukan pemeriksaan terhadap setiap hewan yang masuk ke Kabupaten Berau.

Menurutnya, pemeriksaan kesehatan hewan bukan hanya sekadar prosedur administratif, tetapi menjadi bagian penting dalam perlindungan masyarakat sebagai konsumen.

“Pemeriksaan ketat dilakukan untuk memastikan hewan kurban yang masuk dari luar daerah dalam kondisi sehat dan aman dikonsumsi masyarakat,” ujarnya, belum lama ini. 

Pengawasan tersebut juga bertujuan memastikan hewan kurban memenuhi syarat sah secara agama. Karena itu, setiap hewan yang masuk akan melalui proses pemeriksaan kesehatan guna memastikan tidak terdapat penyakit menular maupun kondisi fisik yang tidak memenuhi ketentuan kurban.

Menurutnya, kesehatan hewan kurban menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena berkaitan langsung dengan keamanan pangan masyarakat. Selain itu, kualitas hewan kurban juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan ibadah Iduladha.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih teliti dalam memilih hewan kurban. Esensi berkurban bukan hanya sekadar menjalankan ibadah, tetapi juga memberikan yang terbaik bagi sesama.

Sesungguhnya memberikan kurban yang terbaik adalah memilih hewan kurban yang sehat dan dalam kondisi prima.

“Masyarakat diharapkan tidak hanya mempertimbangkan harga saat membeli hewan kurban, tetapi juga memperhatikan kondisi fisik hewan, mulai dari kesehatan, usia hingga kelayakan sesuai syariat Islam,” ungkapnya. 

Dengan begitu, ibadah kurban dapat berjalan dengan baik sekaligus memberikan manfaat yang maksimal bagi penerima daging kurban.

Pemkab Berau melalui dinas terkait juga terus melakukan pengawasan terhadap lalu lintas hewan menjelang Iduladha.

“Pemeriksaan dilakukan terhadap hewan yang masuk dari luar daerah maupun yang diperjualbelikan di sejumlah titik penjualan hewan kurban di Kabupaten Berau,” papasnya. 

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya antisipasi terhadap penyebaran penyakit hewan sekaligus memastikan seluruh hewan yang dipasarkan telah memenuhi standar kesehatan.

Dirinya berharap sinergi antara pengawasan dari dinas terkait dan kesadaran masyarakat dalam memilih hewan kurban yang sehat dapat menciptakan pelaksanaan Iduladha yang aman dan khidmat.

“Semoga perayaan Iduladha di Berau tahun ini dapat berlangsung lancar serta membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat,” harapnya. 

Sebelumnya, DTPHP Berau telah bergerak melakukan pengecekan hewan kurban yang masuk ke wilayah Berau. Untuk memastikan hewan kurban yang beredar dalam kondisi sehat, layak, dan memenuhi syarat untuk dikurbankan.

Kepala Bidang Peternakan DTPHP Berau, Eko Wahyu Harianto, mengatakan, pihaknya bersama tim telah memulai pemantauan terhadap hewan kurban yang mulai berdatangan.

Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas serta kesehatan hewan sebelum dijual kepada masyarakat.

“Bersama tim, kami sudah mulai melakukan pemantauan dan pengecekan hewan kurban yang masuk ke Berau. Ini masih tahap awal,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pengawasan akan semakin diperketat mendekati hari pelaksanaan Iduladha. Dalam rentang satu hingga dua pekan sebelum hari raya, intensitas pemeriksaan akan ditingkatkan karena biasanya jumlah hewan yang datang mengalami lonjakan signifikan.

“Biasanya satu sampai dua minggu menjelang Iduladha, arus masuk hewan kurban mulai ramai. Di waktu itulah kami akan lebih intens melakukan pengawasan,” jelasnya.

Menurut Eko, Kabupaten Berau juga memiliki beberapa wilayah yang menjadi sentra peternakan lokal. Untuk ternak sapi, terdapat di Kampung Sukan dan Kampung Samburakat. Sementara Kampung Pesayan dikenal sebagai sentra pengembangan kambing.

Keberadaan sentra peternakan tersebut dinilai cukup membantu memenuhi sebagian kebutuhan masyarakat Berau saat musim kurban tiba.

Meski demikian, kebutuhan hewan kurban dalam jumlah besar masih banyak dipasok dari luar daerah, terutama dari Sulawesi.

“Untuk kebutuhan kurban di Berau, sebagian besar masih didatangkan dari Sulawesi. Beberapa pekan ke depan diperkirakan akan semakin banyak hewan yang masuk,” tuturnya.

Selain pasokan reguler, tahun ini juga mendapat kabar baik dengan adanya bantuan hewan kurban dari pemerintah pusat. Kabupaten Berau akan menerima satu ekor sapi Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) dari Presiden Republik Indonesia dengan bobot mencapai 1 ton.

Bantuan tersebut diharapkan dapat memberi manfaat bagi masyarakat sekaligus menambah semarak perayaan Iduladha tahun ini.

“DTPHP Berau pun mengimbau masyarakat agar membeli hewan kurban di tempat penjualan resmi dan memastikan hewan telah diperiksa petugas. Dengan begitu, hewan yang dikurbankan benar-benar sehat, aman, dan sesuai syariat,” pungkasnya (aja/hmd)

Editor : Nurismi
#DTPHP Berau #pemeriksaan hewan kurban #iduladha