Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Nelayan Maratua Dukung Penuh Ekspor Kerapu Jalur Laut, Camat Ashari: Harga di Dalam Negeri Sangat Murah

Nurismi • Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:40 WIB
DIDUKUNG NELAYAN MARATUA: Perdagangan ikan kerapu sebagai komoditas ekspor, melalui jalur laut dengan dijemput sebuah kapal dari Hongkong mendapat respons positif. (SENO/BP)
DIDUKUNG NELAYAN MARATUA: Perdagangan ikan kerapu sebagai komoditas ekspor, melalui jalur laut dengan dijemput sebuah kapal dari Hongkong mendapat respons positif. (SENO/BP)

BERAU POST – Kegiatan ekspor ikan kerapu melalui jalur laut mendapat respons positif dari masyarakat pesisir di Kecamatan Maratua.

Para nelayan dan pembudidaya keramba sangat mendukung keberadaan kapal pembeli dari luar daerah maupun luar negeri yang datang langsung menjemput hasil budidaya di wilayah tersebut.

Menurut Camat Maratua, Ashari, aktivitas pembelian ikan kerapu hidup sebenarnya pernah dilakukan sebelumnya di Maratua.

Kapal pembeli datang untuk mengambil ikan langsung dari penampungan maupun keramba milik nelayan setempat. Proses pengambilan dilakukan setelah ikan ditimbang sebelum kemudian dibawa keluar daerah.

“Dulu sempat memang ada pembeli datang langsung ke Maratua,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kapal tersebut tidak melakukan aktivitas penangkapan ikan di laut, melainkan hanya membeli hasil budidaya masyarakat.

Setelah proses penimbangan selesai, kapal biasanya hanya singgah selama beberapa hari sebelum kembali berlayar.

“Kapalnya hanya sekitar tiga hari di Maratua lalu pulang setelah menimbang punya nelayan,” terangnya.

Ashari mengatakan, jenis ikan yang diambil untuk kebutuhan ekspor adalah kerapu hidup. Komoditas tersebut selama ini menjadi salah satu andalan pembudidaya keramba di Maratua karena memiliki nilai jual tinggi di pasar luar negeri.

“Kerapu hidup saja yang diambilnya,” katanya.

Menurutnya, nelayan dan pengelola keramba di Maratua sangat bergantung terhadap pembeli dari luar daerah. Sebab, harga ikan kerapu di pasar domestik dinilai jauh lebih rendah dibandingkan harga untuk kebutuhan ekspor.

Ia menilai keberadaan jalur ekspor laut menjadi peluang besar bagi masyarakat pesisir untuk meningkatkan pendapatan.

Selain mempermudah distribusi, pembeli luar juga memberikan harga yang lebih kompetitif bagi hasil budidaya nelayan.

“Kalau dijual di dalam negeri sangat murah, hampir tidak ada harganya dibanding jenis ikan lain,” ungkapnya.

Dengan adanya kapal pengangkut yang datang langsung ke Maratua, nelayan tidak lagi harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membawa ikan ke daerah lain.

Kondisi itu dianggap membantu efisiensi distribusi sekaligus menjaga kualitas ikan hidup sebelum dikirim ke pasar tujuan.

Ashari menegaskan dukungan masyarakat terhadap kegiatan ekspor tersebut sangat besar. Ia bahkan memastikan mayoritas nelayan berharap aktivitas pembelian dan pengiriman kerapu melalui jalur laut dapat terus berjalan dan semakin berkembang ke depannya.

“Seratus persen saya jamin nelayan Maratua mendukung,” tukasnya. (sen/arp) 

 

Editor : Nurismi
#ikan kerapu #Pulau maratua #nelayan #ekspor